22 Kali Ditabrak Ponton, Jembatan Mahakam I Samarinda Tutup Sementara

Jumpa pers Rekayasa Lalu Lintas dan Penutupan Sementara Jembatan Mahakam I Samarinda

Ujarku.co – Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur (Kaltim) akan menutup sementara Jembatan Mahakam I untuk proses investigasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan tersebut. Penutupan direncanakan mulai Kamis (25/2/2025) sebagai tindak lanjut atas insiden tabrakan oleh ponton pada 16 Februari lalu.

Jembatan Mahakam I yang berdiri sejak 2 Agustus 1989 kini berusia sekitar 39 tahun. Selama beroperasi, jembatan ini telah mengalami 22 kali tabrakan oleh kapal atau ponton. Insiden terbaru menjadi perhatian serius berbagai pihak untuk memastikan keamanan dan kelayakan jembatan bagi pengguna.

Irhamsyah, Plt Kepala Dishub Kaltim, menjelaskan keputusan penutupan sementara ini diambil setelah rapat koordinasi bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), Dishub Samarinda, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, Pelindo, dan Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda.

“Kondisi jembatan kita pasca ditabrak ponton di tanggal 16 Februari lalu menjadi perhatian serius. Kami sepakat menyikapi rekomendasi DPRD Kaltim, khususnya Komisi II, untuk melakukan penutupan sementara. Kami juga meminta BPJN berkoordinasi dengan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian untuk melakukan investigasi detail,” ungkap Irhamsyah.

Sementara itu, Akmizal, Kepala Bidang Pembangunan 2 BBPJN Kaltim, menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan KKJTJ. Saat ini, mereka menunggu surat tugas dari Direktur Jenderal Bina Marga agar tim dapat segera turun ke lapangan melakukan investigasi secara menyeluruh.

“Kami mengharapkan hasil yang akurat setelah investigasi dilakukan. Pemeriksaan meliputi evaluasi visual, geometrik, dan perilaku dinamis struktur jembatan. Jika ditemukan kerusakan pada fender, maka harus dilakukan pembangunan ulang. Fender merupakan bangunan pelindung yang melindungi jembatan dari benturan kapal,” jelas Akmizal.

Sebagai langkah antisipasi, Dishub Kaltim bersama Satlantas Polresta Samarinda dan Dishub Samarinda telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan selama masa penutupan. Investigasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian terkait keamanan jembatan sebelum kembali dioperasikan untuk masyarakat luas.

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar