Ujarku.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) terus mencari skema layanan kesehatan yang sesuai dengan karakter geografis daerah. Di wilayah yang akses daratnya terbatas dan bergantung pada jalur sungai maupun laut, ambulans terapung dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin pelayanan medis yang cepat dan merata.
Kondisi geografis Kaltim yang didominasi sungai besar, anak sungai, serta kawasan pesisir membuat mobilisasi pasien tidak selalu memungkinkan menggunakan ambulans darat. Situasi ini paling dirasakan masyarakat di wilayah pedalaman dan perbatasan, termasuk daerah berstatus tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) seperti Kabupaten Mahakam Ulu.
Jaya Mualimin, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim menyebut pengadaan ambulans air merupakan bentuk penyesuaian layanan kesehatan terhadap tantangan wilayah. Menurutnya, pola pelayanan harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tidak bisa disamakan antar daerah.
“Tidak semua wilayah bisa dijangkau dengan kendaraan darat. Di daerah tertentu, jalur sungai dan laut justru menjadi akses utama. Karena itu ambulans air menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan,” kata Jaya.
Ia menjelaskan, Pemprov Kaltim telah menyalurkan ambulans terapung ke sejumlah daerah yang dinilai paling membutuhkan, dengan Mahakam Ulu sebagai salah satu penerima prioritas. Jarak tempuh yang jauh ke fasilitas kesehatan rujukan serta keterbatasan infrastruktur jalan menjadi pertimbangan utama.
“Kami menyalurkan ambulans air berdasarkan kebutuhan pelayanan dan sistem rujukan, terutama untuk wilayah 3T yang akses daratnya sangat terbatas, seperti Mahakam Ulu,” ujarnya.

Penyerahan ambulans terapung terbaru dilakukan secara simbolis saat kunjungan kerja Gubernur Kaltim ke Mahakam Ulu. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mempercepat evakuasi pasien, khususnya dalam situasi darurat yang memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit rujukan.
Terkait operasional, Jaya menegaskan pengelolaan ambulans air sepenuhnya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten setempat. Skema pelayanan dan pembiayaannya disamakan dengan ambulans darat.
“Operasionalnya dikelola daerah dan masuk dalam layanan Jaminan Kesehatan Nasional. Jika digunakan untuk rujukan dan diklaim ke BPJS Kesehatan, pembayarannya dijamin,” jelasnya.
Dengan mekanisme tersebut, pemerintah daerah diharapkan tidak ragu memanfaatkan ambulans terapung untuk pelayanan rujukan. Kehadiran armada ini diyakini mampu mempercepat penanganan medis dan menekan risiko keterlambatan layanan, terutama bagi pasien gawat darurat di wilayah perairan.
Dinas Kesehatan Kaltim juga membuka ruang bagi kabupaten dan kota lain yang memiliki karakter geografis serupa untuk mengajukan kebutuhan ambulans air.
“Daerah lain bisa mengusulkan jika memang membutuhkan. Nanti akan kami kaji melalui proses perencanaan dan penganggaran,” kata Jaya.
Meski demikian, ia menegaskan prioritas tetap diberikan kepada wilayah yang benar-benar sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Kalau dilihat dari kondisi geografis, Mahakam Ulu masih menjadi yang paling membutuhkan. Namun daerah lain dengan karakter kepulauan dan perairan seperti Derawan dan Maratua juga berpotensi kami pertimbangkan,” tutupnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





