Ujarku.co – Sebanyak 30 seniman tari dari masyarakat lokal hadir menyelaraskan ragam tarian Indonesia dalam workshop seni budaya tari Nusantara, mulai dari gerakan dinamis tari Saman khas Aceh hingga ritme energik tarian dari Papua.
Tarian yang diciptakan ini nantinya menjadi tarian khas IKN. Setiap hitungan dan gerakan membentuk tarian sebagai penguatan identitas Nusantara.
“Ini jadi momentum lahirnya tarian Nusantara sebagai ekspresi budaya yang merangkum kekayaan gerak dari berbagai daerah Indonesia ke dalam satu identitas kota masa depan,” kata Alimuddin, Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN.
Menurutnya, pembangunan IKN tidak hanya bertumpu pada fisik, tetapi juga pada budaya sebagai perekat masyarakat.
“Melalui perencanaan pembangunan kawasan budaya, kita akan mempersiapkan suatu kawasan bagi seniman dan budayawan sebagai wadah berkumpul. Hal ini akan mengukuhkan kita sebagai kota dunia untuk semua, berakar dari kerekatan kebudayaan,” lanjutnya.
Dirinya menerangkan filosofi dalam setiap gerak dan cerita kebudayaan perlu terus dijaga agar seni tidak kehilangan jati diri. “Menurut saya, seni itu harus memiliki ruh dalam filosofinya, bukan hanya sekadar gerakan saja. Ada cerita dan ada makna yang tersirat di dalamnya,” terangnya.
Kehadiran tarian Nusantara diharapkan menjadi ikon kebudayaan yang tidak hanya memperkuat daya tarik pariwisata dan ekosistem ekonomi kreatif di IKN.
“Tarian Nuasantara juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi masyarakat lokal untuk terus berkarya dan berperan dalam pembangunan kota masa depan,” tegasnya. (*)
Editor: Er Riyadi





