Disdikbud Samarinda Larang Sekolah Wajibkan Beli Buku Paket

Asli Nuryadin, Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya (Disdikbud) Samarinda.

Ujarku.co – Asli Nuryadin, Kepala Disdikbud Samarinda melarang sekolah mewajibkan siswa memiliki buku tertentu.

Ia menekankan penyediaan buku telah disiapkan oleh mekanisme pendanaan Bantuan Operasional Sekolah Nasional (Bosnas).

“Kami sudah mengeluarkan edaran dan telah mensosialisasikan kepada sekolah-sekolah bahwa orang tua siswa tidak diwajibkan membeli buku,” ujar Asli, Jumat (19/7/2024).

Namun, Asli mengakui bahwa ada beberapa orang tua yang menginginkan buku tambahan bagi anak-anak mereka. Hal ini diperbolehkan.

“Jika itu keinginan orang tua silahkan saja, kalau mereka ingin membeli ya beli, kalau tidak ya tidak. Jadi tidak ada paksaan,” jelasnya.

Hal tersebut dikarenakan orang tua yang khawatir, karena di sekolah terdapat fokus literasi yang memang memerlukan buku tambahan.

Asli berpendapat setiap orang tua memiliki kebutuhan masing-masing, dan beberapa mampu menyediakan buku untuk anak-anak mereka, tetapi ini tidak dapat dipaksakan, terutama di keluarga yang kurang mampu.

Asli turut meminta kepada orang tua yang merasa dipaksa membeli buku di sekolah untuk segera melapor kepada pihak nya.

“Jika ada kasus seperti itu laporkan saja ke saya, nanti kami akan memanggil dan mengklarifikasi. Tidak boleh ada pemaksaan seperti itu,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Mogot

Editor: Tirta Wahyuda

Tag Berita

Bagikan

Komentar