Ujarku.co – Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Kalimantan Timur menyuarakan aksi ketidakpuasan mereka terhadap kebijakan-kebijakan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi yang telah berlangsung selama satu dekade.
Aksi tersebut berlangsung di depan Gerbang Universitas Mulawarman, Kamis sore (22/8/2024).
Muhammad Yuga, Koordinator Aksi dari BEM Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (Unmul), menyampaikan enam poin tuntutan utama dalam aksi tersebut.
“Kami menuntut pengesahan RUU Masyarakat Adat, reformasi agraria sejati, penanganan isu politik saat ini, penolakan terhadap revisi UU Penyiaran, revisi UU Pilkada, serta stop komersialisasi pendidikan,” jelas Yuga.
Terlebih dalam komersialisasi pendidikan, Yuga menyatakan saat ini sistem pendidikan banyak kekurangan. Tingginya biaya UKT kampus dan sistem zonasi dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) yang membatasi kesempatan siswa-siswi.
“Siswa-siswi kita di SD hingga jenjang SMA terhambat untuk bisa memilih sekolahnya secara merdeka. Kalau mereka keluar untuk memilih sekolah yang layak, mereka harus lari ke swasta karena di negeri dibatasi,”kritiknya.
“Target kami kali ini adalah pencerdasan publik untuk mengevaluasi kinerja 10 tahun rezim Jokowi. Tuntutan kami mencakup evaluasi terhadap sembilan poin Nawacita yang diingkari selama masa pemerintahan Jokowi,” tambah Yuga.
Pihaknya juga menekankan aksi tersebut bukan hanya untuk menyampaikan tuntutan mereka, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa Indonesia sedang menghadapi berbagai masalah serius di bawah kepemimpinan Jokowi saat ini.
“Kami belum membahas tuntutan untuk mundur karena fokus kami saat ini adalah evaluasi dan pencerdasan publik. Kami ingin masyarakat sipil dan media mengetahui kondisi Indonesia saat ini, terutama setelah HUT RI ke-79,” tegas Yuga.
Aksi ini berlangsung di tengah cuaca gerimis, namun tidak mengurangi semangat peserta dalam menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap pemerintahan Jokowi.(*)
Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda





