Mengeksplorasi Cita Rasa Kopi Melalui Fun Cupping by Triton Coffee Roaster

Fun Cupping di Saqa Coffee House bersama Triton Coffee Roaster.

Ujarku.co – Suatu sore yang teduh di Saqa Coffee House, aroma biji kopi yang baru digiling mengisi udara dengan kehangatan dan keharuman yang khas.

Di tempat inilah, Triton Coffee Roaster bekerja sama dengan Saqa Coffee House, menggelar acara bertajuk Fun Cupping.

Acara ini bukan hanya sekadar mencicipi kopi, melainkan mengajak para peserta untuk mendalami rasa, aroma, dan pengalaman sensoris yang mendalam dalam setiap tegukan.

Antony Komala, Head Roaster bersama Tri Widodo yang merupakan pemilik Triton Coffee Roaster, menyambut para peserta dengan senyuman hangat.

“Hari ini, kami ingin memperkenalkan fun cupping, sebuah protokol yang biasanya dilakukan oleh para profesional di industri kopi, tapi kali ini kita adaptasikan agar bisa dinikmati bersama para penikmat kopi dan pelanggan setia Saqa Coffee House,” jelasnya.

Kegiatan ini, tambah Antony, adalah upaya untuk membawa pengalaman sensorik kopi ke level yang lebih personal dan interaktif.

Dalam fun cupping, para peserta diajak untuk mengeksplorasi dan mendeteksi rasa, mulai dari nuansa positif hingga negatif yang mungkin muncul dalam secangkir kopi.

“Protokol ini membantu kita mengidentifikasi karakter rasa kopi, dari yang paling halus hingga yang paling kompleks,” ungkap Antony.

Baginya, kopi adalah lebih dari sekadar minuman, ia adalah medium yang menyampaikan cerita dari tanah asal bijinya hingga proses penyajiannya.

Pada kesempatan tersebut, Triton Coffee Roaster membawa tujuh varian kopi dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu yang menarik perhatian adalah kopi dari Gunung Ijen, yang diberi nama Ijen Blueberry Sorbet.

Dengan proses natural classic, kopi ini menawarkan aroma dan rasa yang segar, seolah menyajikan sorbet buah dalam secangkir kopi.

“Setiap kopi memiliki ceritanya masing-masing, dan kami ingin para peserta merasakannya,” tutur Antony.

Selain dari Gunung Ijen, kopi dari pegunungan Sindoro di Jawa Tengah juga turut dihadirkan. Dengan proses washed, kopi ini diberi nama Sindoro Floral Apple karena karakter rasanya yang menyerupai floral dan buah apel.

Antony menjelaskan setiap varian kopi yang dibawa memiliki keunikan tersendiri, mulai dari aroma hingga teksturnya di lidah.

“Kami ingin menampilkan kekayaan cita rasa kopi Nusantara melalui cara yang menyenangkan,” tambahnya.

Tri Widodo dan Antony Komala (Owner Triton Coffee Roaster)

Di meja panjang yang dipenuhi cangkir dan alat-alat cupping, ada juga kopi dari Argopuro yang diolah dengan metode natural anaerobik, menghasilkan rasa yang unik dan kompleks.

“Kopi ini masuk dalam seri Tropical Blazt Vol.2, yang kami buat untuk memberikan kesan segar dan eksotis, seperti menikmati blackcurrant di tengah musim tropis,” jelas Antony.

Setiap tegukan dari kopi ini menawarkan kejutan yang menyenangkan, mulai dari keasaman ringan hingga kekayaan rasa buah.

Tidak ketinggalan, kopi dari Garut juga menjadi sorotan dalam acara ini. Dengan metode fermentasi anaerobik natural, kopi Garut diberi nama Garut Grape Juice karena cita rasa anggurnya yang dominan.

“Kopi ini adalah perwujudan dari kreativitas petani dan roaster di Indonesia yang terus bereksperimen dengan metode pengolahan yang baru,” ujar Antony dengan antusias.

Melalui eksperimen ini, kopi Indonesia mampu bersaing di tingkat internasional dengan keunikan rasa yang sulit ditemukan di tempat lain.

Antony juga memperkenalkan varian kopi dari seri competition, yang dinamai Ijen CM.

Menurut Antony, kopi ini memiliki kualitas yang layak untuk dibawa ke lomba karena spektrum rasanya yang elegan dan mewah.

“Kopi lokal Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di kompetisi internasional, terutama dengan cita rasa yang kaya seperti bunga melati, blueberry, dan mangga yang ada pada kopi ini,” katanya.

Seri kopi terbaru dari Triton Coffee Roaster adalah Arabian Night dari Mekar Wangi, Jawa Barat. Kopi ini memiliki spektrum rasa yang terinspirasi oleh buah-buahan khas Arab, seperti kismis dan kurma Ajwa.

“Kita ingin membawa sesuatu yang berbeda. Arabian Night menghadirkan cita rasa yang eksotis dan kaya, membawa kita seolah-olah sedang duduk di tengah pasar rempah Arab,” jelas Antony dengan penuh semangat.

Acara fun cupping ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk mencicipi kopi, tetapi juga mengajarkan peserta cara yang benar dalam melakukan cupping. Antony menjelaskan secara detail setiap tahap dalam proses tersebut.

“Pertama, kita akan mencium aroma biji kopi yang telah digiling sebelum diseduh. Aroma ini memberikan gambaran pertama tentang karakter kopi tersebut,” ujarnya.

Setiap detail aroma yang tercium di sini adalah bagian penting dari pengalaman cupping.

Setelah itu, biji kopi yang telah digiling diseduh dengan air bersuhu 90 derajat celcius. Pada tahap ini, aroma basah dari kopi yang telah terkena air mulai tercium, yang dikenal sebagai proses break.

“Aroma basah ini jauh lebih kompleks dan kaya dibandingkan saat kopinya masih kering,” kata Antony.

Ia juga menjelaskan agitasi atau pengadukan dilakukan untuk mendukung ekstraksi maksimal dari biji kopi, melepaskan gas karbondioksida yang terkandung di dalamnya.

Suasana Fun Cupping di Saqa Coffee House bersama Triton Coffee Roaster.

Di menit kedelapan, para peserta dipersilakan untuk mulai mencicipi kopinya. Pada tahap ini, rasa kopi masih berada di sekitar 80 persen hingga 75 persen potensinya, memberikan gambaran awal tentang karakter rasa yang sebenarnya.

“Pada menit kesembilan hingga sepuluh, rasa kopi akan mulai mencapai puncaknya. Ini adalah momen di mana kita benar-benar bisa merasakan kekayaan cita rasa kopi secara maksimal,” jelas Antony.

Menurut Antony, teknik cupping memberikan pengalaman yang lebih objektif dibandingkan dengan metode seduh lainnya.

“Tidak ada dominasi dari teknik penyeduhan di sini. Ini hanya tentang air yang bertemu dengan kopi, sehingga kita bisa menilai rasanya secara jujur tanpa bias,” ungkapnya.

Teknik ini memungkinkan para peserta untuk menikmati kopi dengan lebih dalam dan objektif, tanpa dipengaruhi oleh preferensi penyeduhan tertentu.

Bagi Antony, acara ini adalah bentuk apresiasi kepada para pelanggan Triton Coffee Roaster.

“Kami ingin menunjukkan bahwa hubungan kami dengan pelanggan bukan hanya sebatas jual beli. Kami ingin mengapresiasi mereka yang sudah setia dengan kami, dengan memberikan pengalaman yang lebih mendalam tentang kopi,” ujarnya.

Menurutnya, sebuah hubungan yang baik dengan pelanggan adalah ketika ada apresiasi yang tulus dari pihak penjual kepada mereka yang membeli.

Di penghujung acara, suasana semakin hangat. Para peserta tampak terlibat dalam diskusi hangat tentang kopi yang baru saja mereka cicipi, bertukar pendapat tentang rasa dan aroma yang mereka temukan.

“Ini bukan hanya soal kopi, tapi juga tentang bagaimana kopi bisa menjadi medium untuk terhubung, berbagi cerita, dan menjalin komunitas,” tutup Antony dengan senyum puas.

Melalui Fun Cupping, Triton Coffee Roaster berhasil membawa para pecinta kopi dalam sebuah perjalanan rasa yang tak terlupakan.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar