NPCI Kaltim Perkuat Pembinaan Atlet Difabel, Fokus Klasifikasi dan Pengembangan Potensi

Suharyanto, Ketua NPCI Kaltim

Ujarku.co – Dalam wawancara dengan Suharyanto, Ketua National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kalimantan Timur (Kaltim), dijelaskan bagaimana proses pembinaan atlet disabilitas dilakukan. Selain klasifikasi cabang olahraga, ia juga memaparkan bagaimana pendanaan pembinaan atlet difabel dilakukan di wilayah Kaltim.

Menurut Suharyanto, proses awal bagi calon atlet yang ingin dibina di NPCI melibatkan pengenalan terhadap klasifikasi cabang olahraga yang sesuai dengan kondisi fisik calon atlet.

“Misalnya untuk atlet bulutangkis, ada klasifikasi lower (kondisi bagian tubuh dari pinggang ke ujung kaki) yang khusus, terutama jika ada amputasi pada kaki. Panjang kaki prostetik tidak boleh kurang dari 5 cm,” jelas Suharyanto, Jumat (25/10/2024).

Setiap atlet diidentifikasi terlebih dahulu minatnya terhadap cabang olahraga tertentu.

“Kami mengutamakan minat mereka terlebih dahulu, terutama untuk atlet yang lebih muda. Namun, jika sudah senior, akan disesuaikan dengan kemampuan fisik dan minat olahraga mereka,” tambahnya.

Suharyanto juga menegaskan NPCI Kaltim memiliki anggaran khusus untuk pembinaan atlet difabel, terutama bagi mereka yang telah menunjukkan prestasi.

“Kalau sudah ada atlet yang punya nama besar, kami akan biayai seluruh proses pembinaannya, termasuk biaya perjalanan dan pelatihan. Mirip dengan sekolah, kami akan berikan dukungan penuh,” ungkapnya.

Bagi atlet yang baru pertama kali mengikuti program, proses pembinaannya berbeda. Mereka akan diundang dan diperkenalkan terlebih dahulu, lalu dilihat potensinya sebelum mendapat dukungan penuh.

“Untuk yang baru pertama kali datang, biasanya kami akan bawa dulu untuk melihat potensi mereka. Kalau sudah aktif dan menunjukkan perkembangan, kami akan mulai memberikan dukungan pembiayaan,” jelasnya.

Suharyanto menekankan pentingnya sosialisasi dalam menarik minat atlet difabel untuk bergabung dengan NPCI. Melalui program tersebut, calon atlet diperkenalkan dengan NPCI, cabang olahraga yang sesuai, serta program-program pembinaan yang sudah dirancang.

“Ketika mereka sudah berkomunikasi dengan NPCI dan bertemu dengan kawan-kawan sesama disabilitas pasti mulai tergugah minat dna semangatnya, kami akan mulai proses pembinaan. Dari situ, kami bisa melihat siapa saja yang berpotensi untuk dibina lebih lanjut,” jelasnya.

NPCI Kaltim juga berusaha untuk terus meningkatkan jumlah atlet difabel yang bergabung melalui berbagai kegiatan sosialisasi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.

Dengan adanya dukungan dari pemerintah yang terus mengalir, diharapkan prestasi atlet disabilitas Kaltim akan terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun internasional. NPCI Kaltim optimis pembinaan yang sistematis akan menghasilkan atlet-atlet unggul yang mampu bersaing di kancah olahraga paralimpik.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar