Ujarku.co – Faizal Rachman, Ketua Fraksi Gelora Amanat Perjuangan DPRD Kutai Timur, menyoroti rendahnya serapan APBD 2024.
Hingga triwulan III 2024, serapan anggaran baru mencapai 29,47 persen dari total APBD Perubahan 2024 sebesar Rp14 triliun.
“Terus terang, ini bukan hal yang mudah disampaikan. Sebagai anggota DPRD, kami merasa ini adalah bagian dari tanggung jawab kami. Kami sudah beberapa kali mengingatkan tim anggaran pemerintah daerah untuk memaksimalkan serapan anggaran,” kata Faizal Rachman, beberapa waktu lalu.
Diketahui, APBD Kutai Timur diketok sebesar Rp9,1 triliun, namun mengalami kenaikan signifikan menjadi Rp14 triliun di APBD Perubahan.
Kenaikan APBD ini ditopang dari pajak usaha batu bara dan dana bagi hasil (DBH) sektor kelapa sawit.
“Ini pertama kali Kutai Timur memperoleh DBH dari sektor sawit, sehingga anggaran kita bertambah cukup besar,” sebutnya.
Sementara itu, sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) dari APBD 2023 mencapai Rp1,7 triliun, turut memperbesar total anggaran tahun 2024.
Faizal mengaku prihatin lantaran anggaran besar tersebut belum termanfaatkan dengan optimal.
“Dengan dana sebesar itu, kita seharusnya bisa mempercepat pembangunan. Tapi kenyataannya serapan anggaran masih sangat rendah,” jelasnya.
Pemkab Kutim telah menggelar Rapat Pengendalian Operasional Kegiatan (Radalok) sebanyak empat kali sepanjang tahun 2024, yakni pada Februari, April, Juli, dan terakhir Oktober. Radalok bertujuan untuk memantau serta mengevaluasi progres anggaran.
“Pada rapat di bulan April, serapan anggaran hanya 8,2 persen. Lalu pada Juli naik menjadi 20,58 persen. Namun sampai Oktober ini baru mencapai 29,47 persen, masih jauh dari target 75 persen yang kita harapkan,” paparnya.
Dengan waktu yang tersisa hingga akhir tahun, Faizal meragukan kemungkinan serapan anggaran bisa mencapai target.
“Melihat perkembangan ini, saya pesimistis anggaran sebesar Rp14 triliun bisa terserap seluruhnya. Waktu kita tinggal dua bulan lagi, dan ini sangat sempit untuk mengejar sisa anggaran yang belum terpakai,” tegasnya. (adv)





