DPRD Kutim Terima Aspirasi Dokter PPPK Soal Keluhan Rendahnya Tunjangan Penghasilan Pegawai

Pandi Widiarto, Anggota DPRD Kutai Timur

Ujarku.co – Pandi Widiarto, Anggota DPRD Kutai Timur, mengakui telah menerima keluhan para dokter berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) lantaran rendahnya tunjangan penghasilan pegawai (TPP) yang diterima.

Para dokter PPPK mengeluhkan besaran tunjangan penghasilan pegawai yang dinilai tidak sebanding dengan beban kerja yang dijalani.

“Kami menerima keluhan dari para dokter, khususnya mengenai TPP. Mereka merasa TPP yang diterima saat ini belum sesuai dengan beban kerja dan tanggung jawab yang mereka emban,” kata Pandi Widiarto, Jumat (15/11/2024).

Pandi Widiarto menilai bahwa besaran TPP yang diterima para dokter PPPK di Kutim diduga mengalami penurunan sejak pengangkatan.

“Padahal, beban kerja dan tanggung jawab seorang dokter tidaklah ringan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Pandi menjelaskan bahwa penurunan TPP para dokter PPPK di Kutim sangat kontras dengan daerah lain.

“Hal ini justru berbeda dengan daerah lain seperti di Kabupaten Kukar dan Kutai Barat, yang penghasilan Dokter PPPK terbilang tinggi,” lanjutnya.

Pandi Widiarto menambahkan perhitungan besaran TPP seharusnya mempertimbangkan beban kerja, risiko pekerjaan, dan tingkat profesionalitas.

“Besaran TPP yang mereka peroleh saat diangkat menjadi PPPK, dinilai kurang adil jika dibandingkan saat masih berstatus tenaga honorer. Terlebih, dokter memiliki tanggung jawab yang besar dalam mendiagnosis dan menangani pasien,” tegasnya.

Sebagai langkah tindak lanjut, Pandi Widiarto berencana mengagendakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan sejumlah OPD terkait.

“Rencananya dalam waktu dekat ini, kita akan melakukan hearing dengan pihak terkait, terkait dugaan menurunnya penghasilan dokter. Ini masih menunggu surat resmi dari para dokter,” pungkasnya. (adv)

Tag Berita

Bagikan

Komentar