Ujarku.co – DPRD Kutai Timur menyoroti tingginya angka pengangguran di Kutim. Data per September 2023, angka pengangguran di Kutim mencapai 10.551 jiwa.
Asti Mazar, Anggota DPRD Kutai Timur, menekankan pentingnya peningkatan fungsi Balai Latihan Kerja (BLK) guna menekan angka pengangguran daerah.
“BLK seharusnya difungsikan secara maksimal agar para pemuda memiliki keterampilan unggul sehingga dapat bersaing di dunia kerja,” kata Asti Mazar, Rabu (20/11/2024).
“Kita memiliki Balai Latihan Kerja yang seharusnya mampu menciptakan anak-anak muda dengan kompetensi luar biasa. Jangan sampai mereka hanya menjadi penonton di rumah sendiri,” lanjutnya.
Asti memaparkan Bappeda Kutim telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp5 miliar untuk pengembangan BLK.
“Anggaran Rp5 miliar itu jelas tidak cukup untuk mencakup kebutuhan di seluruh Kutai Timur yang memiliki wilayah geografis sangat luas. Anggaran ini perlu ditingkatkan agar anak-anak muda dapat dilatih dengan baik, sehingga mereka bisa bersaing dengan pencari kerja dari luar daerah,” jelasnya.
Selain itu, Asti mengajak masyarakat dan pemerintah untuk tidak bergantung sepenuhnya pada perusahaan dalam menciptakan lapangan kerja.
Dirinya mendorong generasi muda untuk memiliki jiwa wirausaha dan menciptakan peluang kerja mandiri.
“Jangan hanya bergantung pada perusahaan-perusahaan, kita juga harus bisa menciptakan lapangan kerja sendiri,” tegasnya. (adv)





