Mahakam Terancam, Sungai Legendaris Kaltim di Ujung Krisis

Ujarku.co – Sungai Mahakam, yang selama berabad-abad menjadi nadi kehidupan bagi masyarakat Kalimantan Timur, kini menghadapi ancaman serius akibat eksploitasi sumber daya alam. Dalam peringatan Hari Air Sedunia 2025, XR Bunga Terung menyerukan tindakan nyata untuk menyelamatkan sungai ini dari degradasi lingkungan yang semakin parah.

Sungai Mahakam bukan hanya sumber air bersih, tetapi juga jalur transportasi, pusat ekonomi, dan rumah bagi berbagai ekosistem unik, termasuk Pesut Mahakam yang terancam punah. Namun, industrialisasi masif, mulai dari penebangan hutan, pertambangan batu bara, hingga alih fungsi lahan untuk perkebunan sawit, telah mengubah sungai ini menjadi kawasan yang tercemar dan kehilangan keseimbangannya.

“Mahakam bukan sekadar aliran air, tetapi bagian dari sejarah, budaya, dan kehidupan masyarakat. Sayangnya, eksploitasi yang tak terkendali telah mengubahnya menjadi tempat pembuangan limbah industri dan domestik,” ungkap Winda, perwakilan XR Bunga Terung, Sabtu (22/2/2025).

Dahulu, Sungai Mahakam memiliki sistem alami yang mampu menampung dan mengatur air, dengan dukungan dari danau-danau besar seperti Semayang, Melintang, dan Jempang. Namun, deforestasi dan sedimentasi telah menyebabkan pendangkalan dan penurunan kualitas air secara signifikan. Akibatnya, pasokan air bersih bagi warga Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, dan Samarinda kini semakin terancam.

Selain itu, aliran Sungai Mahakam yang dulu jernih dan kaya akan ikan, kini semakin dipenuhi limbah kimia dari pertambangan dan perkebunan.

“Air Mahakam yang dulunya dianggap suci dan penuh berkah, kini justru menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat,” tambah Winda.

Dalam seruannya, XR Bunga Terung menuntut agar Sungai Mahakam dikembalikan sebagai ruang hidup bersama, baik bagi manusia maupun ekosistemnya. Mereka juga mendesak penghentian deforestasi, alih fungsi lahan, serta privatisasi sungai demi kepentingan korporasi.

“Pemenuhan air bersih adalah hak asasi manusia. Sungai Mahakam harus dikelola dengan kebijakan yang berpihak pada lingkungan dan masyarakat,” tegasnya.

Peringatan Hari Air Sedunia tahun ini menjadi momentum untuk mengubah arah kebijakan terkait Sungai Mahakam. Jika eksploitasi terus dibiarkan tanpa kendali, masa depan sungai ini hanya tinggal kenangan. Saatnya bertindak sebelum anugerah kehidupan ini benar-benar hilang.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar