Ujarku.co – Subandi, Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda agar mempercepat penyelesaian pembangunan Pasar Pagi yang hingga kini belum rampung. Ia menyampaikan para pedagang yang direlokasi ke sejumlah lokasi mengaku mengalami penurunan pendapatan yang cukup drastis sejak dipindahkan.
“Banyak pedagang menyampaikan keluhan kepada kami. Mereka ingin segera kembali berdagang di Pasar Pagi karena omzet mereka turun tajam sejak direlokasi,” ungkap Subandi, Rabu (9/4/2024).
Selama masa revitalisasi berlangsung, pedagang Pasar Pagi ditampung sementara di beberapa titik seperti Pasar Grosir, Pasar Segiri, dan Pasar Mesra. Menurut Subandi, penempatan sementara ini tidak ideal untuk jangka panjang, dan pemerintah harus segera mengembalikan mereka ke lokasi semula begitu pembangunan selesai.
Tak hanya fokus pada nasib pedagang, Subandi juga menyoroti transformasi Pasar Pagi yang kini mengusung konsep modern, termasuk dengan penambahan hotel dan fasilitas pengolahan limbah atau IPAL. Menurutnya, konsep ini sangat potensial untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menjadikan Pasar Pagi sebagai pasar ikonik dengan standar nasional.
“Sekarang sudah ada IPAL, jadi pembuangan limbah lebih tertata. Ini bukan cuma soal lingkungan, tapi juga estetika kota yang jauh lebih baik,” jelasnya.
Ia berharap proyek ini bisa tuntas tepat waktu dan membawa dampak positif terhadap pemulihan ekonomi pelaku usaha mikro. Kehadiran fasilitas baru diharapkan menjadi daya tarik tersendiri sekaligus meningkatkan citra Samarinda sebagai pusat perdagangan modern yang berstandar nasional.
“Kalau rampung sesuai jadwal, bukan hanya pedagang yang diuntungkan, tapi wajah kota juga akan semakin membaik,” pungkas Subandi.(*)
Penulis: Devi Mogot





