Ujarku.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Perumdam Tirta Kencana terus bergerak cepat mengatasi persoalan air bersih dengan membangun tiga Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di tahun 2025. Langkah ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan air bersih seiring pesatnya pertumbuhan penduduk dan perluasan wilayah layanan.
Nor Wahid Hasyim, Direktur Utama (Dirut) Perumdam Tirta Kencana Samarinda, mengungkapkan, target pembangunan IPA setiap tahun sudah masuk dalam rencana bisnis perusahaan.
“Tahun ini saja, insya Allah ada tambahan kapasitas produksi sebesar 500 liter per detik dari tiga IPA baru yang akan dibangun,” ujarnya, Senin (14/4/2025).
Ketiga IPA tersebut yakni IPA Lingai 3 yang didanai melalui APBD Provinsi Kaltim, IPA Berambai yang dibiayai oleh Pemerintah Kota Samarinda, serta IPA Gendang 2 hasil kerja sama dengan pihak ketiga. Ketiganya ditargetkan rampung bertahap sepanjang 2025.
Nor Wahid menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah provinsi dan kota yang dinilai sangat strategis dalam percepatan pembangunan infrastruktur air bersih.
“Alhamdulillah, tahun ini provinsi bantu di Lingai 3. Ini langkah penting untuk mempercepat perluasan cakupan layanan,” tambahnya.
Meski begitu, Nor Wahid menegaskan proyek pengembangan air bersih tidak berhenti di tahun ini saja. Rencana berikutnya, Pemkot Samarinda telah menyiapkan lahan di Sungai Kapih untuk pembangunan IPA baru guna mendukung layanan di wilayah utara yang saat ini belum maksimal.
“Zona utara, khususnya Tanah Merah, memang masih banyak yang belum terlayani. Nanti akan kami suntik dari dua arah, dari IPA Lingai dan IPA Sungai Kapih,” jelasnya.
Pembangunan IPA di Sungai Kapih ini rencananya akan mulai dikerjakan pada 2026.
Demi mengejar target pelayanan air bersih 100 persen pada 2029 sesuai instruksi nasional, Perumdam Tirta Kencana menetapkan target tambahan kapasitas minimal 200 – 300 liter per detik setiap tahunnya.
“Kalau lihat tren kebutuhan, total kapasitas nanti bisa tembus lebih dari 4.000 liter per detik,” katanya.
Perluasan cakupan ini menjadi penting mengingat pertumbuhan penduduk Samarinda yang terus meningkat, ditambah dengan pesatnya pengembangan kawasan baru.
“Kita tidak bisa hanya andalkan kapasitas saat ini, harus berani siapkan cadangan untuk jangka panjang,” ucap Nor Wahid.
Selain pembangunan IPA, Perumdam juga tengah menata ulang jaringan pipa distribusi menuju kawasan-kawasan baru, salah satunya ke jalur Kapten Soedjono Aj yang menjadi akses utama ke wilayah utara kota.
“Jalur ini vital karena akan jadi pintu masuk suplai air ke zona baru,” pungkasnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





