Ujarku.co – Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kutai Kartanegara (Diskop UKM Kukar) mengambil langkah strategis untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar naik kelas melalui program pendampingan berkelanjutan.
Kepala Bidang Pemberdayaan UKM Diskop UKM Kukar, Fathul Alamin, menjelaskan bahwa program ini memiliki cakupan luas, meliputi pelatihan wirausaha, fasilitasi perizinan usaha, serta akses ke lembaga pembiayaan dan pasar digital. Inisiatif ini bertujuan menciptakan ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing, sekaligus membuka peluang UMKM Kukar untuk tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.
“Program pemberdayaan ini mulai dari praktik wirausaha baru, kemudian fasilitas legalitas, sertifikasi usaha, dan terkait akses pemodalan. Serta pemasaran, digitalisasi, dan fasilitasi produksi sarana dan prasarananya,” terang Fathul.
Tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, Diskop UKM Kukar juga membangun kemitraan antara pelaku usaha dengan e-commerce dan lembaga keuangan. Tujuannya adalah menciptakan ekosistem usaha yang lebih inklusif dan memperluas jangkauan pasar bagi UMKM lokal.
Namun, Fathul mengakui bahwa terdapat tantangan besar dalam pelaksanaan program ini. Salah satunya adalah jumlah pelaku UMKM yang sangat besar.
“Kemudian terkait dengan jumlah, jadi jumlah UMKM kita itu sampai dengan Desember 2024 tercatat 59.256 pelaku usaha,” ujarnya.
Dengan kondisi geografis Kukar yang cukup luas, Diskop UKM Kukar menggandeng berbagai pihak lintas sektor untuk memastikan pendampingan dapat berjalan efektif dan menyentuh seluruh pelaku usaha, termasuk yang berada di wilayah pelosok.
Program ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi UMKM Kukar untuk berkembang secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta membuka peluang lebih besar di tingkat nasional maupun global. Melalui intervensi yang menyeluruh, Diskop UKM Kukar optimistis ekosistem UMKM di Kukar akan semakin tangguh dan mandiri di masa depan. (ADV/DiskominfoKukar)





