Dispar Kaltim Jelaskan Alasan Jumlah Peserta EBIFF 2025 Berkurang

Ririn Sari Dewi, Kepala Dispar Kaltim

Ujarku.co – Ririn Sari Dewi, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kalimantan Timur (Kaltim), menanggapi isu mengenai berkurangnya jumlah peserta East Borneo International Folklore Festival (EBIFF) 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menyebut faktor efisiensi anggaran dan lonjakan harga tiket menjadi penyebab utama.

Menurut Ririn, dari dalam negeri, sebenarnya sejumlah provinsi sudah menyatakan ketertarikan untuk berpartisipasi.

“Kemarin sebenarnya bersurat, ada beberapa provinsi ya, seperti Bengkulu, Jawa Tengah, Jatim, Jogja kan punya budaya istimewa, itu ikut kan. Acara Erau di Tenggarong pun mereka rajin ikut juga,” jelasnya, Jumat (25/7/2025).

Namun karena alasan efisiensi, sejumlah daerah tersebut akhirnya batal berpartisipasi. Ia mengatakan, kondisi serupa juga dialami oleh daerah lainnya yang sebelumnya rutin hadir dalam ajang budaya berskala internasional ini.

Di sisi lain, Ririn menyoroti kendala dari delegasi luar negeri, terutama terkait dengan tingginya harga tiket perjalanan.

“Yang utamanya dari luar negeri, seperti Amerika itu, tiga sampai dua kali lipat, jadi mereka membatalkan keberangkatan dari Amerika dan Jepang,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penurunan jumlah peserta dari mancanegara bukan disebabkan oleh isu internasional atau hal politis lainnya.

“Oh enggak, enggak. Masalah ini sih kalau yang dari mancanegara, masalah tiba-tiba tiket naik di luar prediksi perhitungan mereka,” lanjut Ririn.

Meskipun begitu, Ririn memastikan EBIFF 2025 tetap berlangsung meriah dan penuh semangat kebudayaan dari berbagai daerah dan negara yang hadir. Ia mengapresiasi komitmen para delegasi yang tetap hadir di tengah tantangan logistik dan finansial.

“Semangat festival tetap kuat. Ini menjadi bukti bahwa kerja sama budaya lintas negara dan daerah masih bisa terjalin meski ada keterbatasan,” pungkasnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar