Ujarku.co – Euforia kemenangan tim Kecamatan Tenggarong atas Muara Badak dengan skor 2-0 di laga final turnamen sepak bola U-20 antar kecamatan se-Kutai Kartanegara (Kukar) bukan hanya sekadar raihan trofi. Lebih dari itu, ajang ini menjadi simbol awal perjalanan para pesepak bola muda menuju panggung profesional.
Turnamen yang digagas Asosiasi Sepak Bola Kabupaten (Askab) Kukar dan mendapat dukungan penuh dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar ini resmi ditutup oleh Kadispora Aji Ali Husni, mewakili Bupati Kukar Edi Damansyah.
Dalam sambutannya, Aji Ali Husni menegaskan bahwa turnamen ini tak sekadar soal menang dan kalah, melainkan juga pembinaan karakter, sportivitas, serta mental juara sejak dini.
“Usia 20 tahun adalah momen krusial dalam pembentukan identitas atlet, baik secara teknik maupun psikologis. Di sinilah pondasi seorang pemain dibangun,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara klub, akademi, dan asosiasi dalam mencetak atlet sepak bola Kukar yang unggul. Bahkan, pemanfaatan teknologi dan data statistik kini mulai diterapkan dalam sistem pembinaan modern yang tengah dikembangkan.
Turnamen ini juga dijadikan sebagai ajang seleksi awal untuk membentuk skuad Kukar dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Paser.
Selain itu, kompetisi ini membuka ruang ekspresi bagi pemuda desa yang selama ini minim kesempatan tampil di panggung besar.
“Inilah panggung mereka, tempat mimpi sepak bola dimulai,” ujar Ali.
Kadispora Kukar juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, masyarakat, serta pihak yang mendukung suksesnya turnamen ini.
Di balik gemerlap stadion dan peluit akhir, turnamen U-20 Kukar meninggalkan pesan kuat: anak-anak muda Kukar tidak sekadar bermain bola, mereka sedang melangkah menuju masa depan yang lebih cerah di dunia sepak bola. (ADV/DISKOMINFOKUKAR)








