Ujarku.co – Sektor pertanian Kota Samarinda menunjukkan capaian menggembirakan pada tahun 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi di Kota Tepian mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun sebelumnya, baik dari sisi luas panen maupun hasil produksi.
Luas panen padi tahun 2025 diperkirakan mencapai 2.732,10 hektare, meningkat 24,94 persen dibandingkan 2024 yang seluas 2.186,68 hektare. Seiring dengan itu, produksi padi dalam bentuk Gabah Kering Giling (GKG) naik 18,71 persen, dari 9.280,84 ton pada 2024 menjadi 11.017,35 ton pada 2025.
Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi penduduk, produksi beras Samarinda tahun ini diperkirakan mencapai 6.408,45 ton, meningkat 1.010,08 ton atau 18,71 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 5.398,37 ton.
BPS juga mencatat, produksi padi sepanjang Januari–September 2025 telah mencapai 10.209,06 ton Gabah Kering Panen (GKP), naik 38,70 persen dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar 7.360,65 ton GKP. Sementara potensi produksi padi pada Oktober–Desember 2025 diperkirakan masih akan menambah sekitar 2.503,05 ton GKP.
Produksi beras tertinggi tahun ini diproyeksikan terjadi pada bulan April 2025 dengan hasil 1.351,75 ton, sedangkan periode Januari dan Juli menjadi masa tanpa panen.
Kenaikan produksi padi ini menunjukkan bahwa sektor pertanian Samarinda masih produktif meski menghadapi tekanan urbanisasi. Pemerintah daerah diharapkan terus mendorong efisiensi lahan, pemanfaatan teknologi pertanian, serta peningkatan kapasitas petani, guna menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal. (*)


