Ujarku.co – Keamanan area parkir Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) di Jalan Gajah Mada, Samarinda patut dipertanyakan. Seorang pengunjung mengalami kehilangan helm meski kendaraannya terparkir di area dekat pos keamanan dan saat situasi sedang ramai karena berlangsungnya acara pemerintahan.
Peristiwa tersebut dialami seorang jurnalis yang tiba di lokasi pada Senin (17/11/2025) sekitar pukul 10.00 WITA. Ia datang untuk meliput agenda Pemprov Kaltim di Gedung Olah Bebaya, dan memarkirkan motor di area parkir pintu belakang, tepat di dekat pos keamanan yang menghadap Jalan Gunung Arjuna.
Usai meliput kegiatan sekitar pukul 12.20 WITA, pengunjung kembali ke motornya dan mendapati helm yang semula digantung di spion telah hilang. Merasa dirugikan, ia segera mendatangi petugas keamanan yang berjaga hanya beberapa langkah dari lokasi parkir. Saat itu, kompleks kantor gubernur masih ramai karena baru saja usai agenda resmi yang dihadiri sejumlah pejabat.
Petugas keamanan kemudian langsung menghubungi rekannya untuk mengecek rekaman CCTV. Namun, respons yang diterima justru mengecewakan.
“Jadi CCTV-nya nggak bisa dicek sekarang, Bu. Katanya masih harus di backup dulu. Kalau besok mungkin bisa dilihat, tapi saat ini belum bisa,” ucap petugas tersebut setelah menutup telepon.
Lebih jauh, petugas mengakui kejadian kehilangan seperti itu bukanlah hal baru di area tersebut.
“Nggak tahu juga, Bu, karena kita banyak sekali yang diawasin. Sebelumnya juga pernah ada kehilangan,” tambahnya.
Kehilangan ini terjadi di area pemerintahan yang berskala resmi dan ramai aktivitas. Meski terlihat banyak petugas keamanan berkeliaran di kompleks tersebut, pencurian helm tetap terjadi tanpa bisa segera ditindaklanjuti karena rekaman CCTV belum dapat diakses pada saat kejadian.
Insiden ini memunculkan kembali sorotan terhadap efektivitas sistem keamanan di lingkungan kantor gubernur, khususnya area parkir yang rawan. Pengunjung berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap prosedur pengawasan, termasuk akses cepat terhadap rekaman CCTV dan sistem patroli petugas, agar kejadian serupa tidak terulang di area yang seharusnya menjadi contoh dalam hal keamanan.(*)
Penulis: Devi Mogot





