Ujarku.co – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda menyiapkan langkah pengamanan dan penertiban pelayaran di Sungai Mahakam menyusul kembali terjadinya insiden tabrakan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu). Upaya ini difokuskan pada perlindungan pilar jembatan serta penataan aktivitas kapal di sekitar area jembatan.
Mursidi, Kepala KSOP Kelas I Samarinda, mengatakan pihaknya akan mengganti serta menambah fender dolphin, yakni struktur pelindung berupa tiang beton atau baja yang dipasang di perairan sekitar pilar jembatan untuk meredam benturan kapal agar tidak langsung mengenai konstruksi utama jembatan.
“Dolphin yang terdampak akan kami ganti dan jumlahnya akan kami sesuaikan. Karena sebelumnya pelindung tersebut belum tersedia, ke depan akan digunakan dolphin dengan desain menyerupai kapal tunda agar perlindungannya lebih optimal,” ujar Mursidi, Senin (5/1/2026).
Selain penguatan infrastruktur pengaman, KSOP juga akan membentuk posko terpadu bersama kepolisian dan unsur penegak hukum lainnya untuk menertibkan kapal-kapal yang melakukan tambat secara ilegal di sekitar Jembatan Mahulu.
“Bersama Kapolda dan aparat hukum, kami akan membentuk posko bersama untuk mengatur dan menertibkan tambatan kapal yang tidak sesuai ketentuan,” katanya.
Berdasarkan evaluasi sementara, Mursidi mengungkapkan sebagian besar insiden tabrakan dipicu oleh kapal yang mengalami larat akibat bertambat di lokasi yang tidak semestinya, khususnya di area yang terlalu dekat dengan jembatan.
“Kebanyakan kejadian disebabkan kapal larat karena tambat di tempat yang tidak sesuai aturan. Ini yang menjadi persoalan utama,” tegasnya.
Ia menambahkan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) pelayaran, kapal dilarang melakukan aktivitas tambat di area depan maupun di sekitar Jembatan Mahulu.
KSOP merekomendasikan jarak aman tambatan kapal berada pada radius minimal 1.000 hingga 1.200 meter dari jembatan guna menjaga keselamatan alur pelayaran di Sungai Mahakam.
“Jarak aman tambatan sesuai SOP berada di kisaran 1.000 sampai 1.200 meter dari jembatan,” jelas Mursidi.
KSOP Samarinda memastikan penataan ulang titik tambatan kapal serta penguatan sistem pengamanan pelayaran akan segera dilakukan untuk mencegah terulangnya insiden serupa dan melindungi keselamatan infrastruktur serta pengguna Sungai Mahakam.(*)
Penulis: Devi Mogot





