Ujarku.co – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menunda rencana pengembangan bangunan baru RSUD Aji Muhammad Salehuddin II (RS Korpri) yang terletak di Jalan Wahid Hasyim I dan mengalihkan anggaran Rp98 miliar untuk pembenahan fasilitas serta pemenuhan kebutuhan layanan rumah sakit yang sudah ada.
H Baba, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, mengatakan evaluasi dilakukan menyusul rencana pengembangan tahap II rumah sakit tersebut. Menurutnya, prioritas saat ini adalah memperbaiki gedung lama, sarana prasarana, serta melengkapi peralatan medis yang masih terbatas.
“Kita meminta Pemprov Kaltim dalam hal ini PUPR supaya memprioritaskan gedung yang sudah ada dulu dan sarana prasarana lainnya serta peralatannya,” ujar Baba di Gedung E Kantor DPRD Kaltim, Kamis (22/1/2026).
Ia menyebutkan, Komisi IV mengusulkan agar anggaran Rp98 miliar yang telah masuk dalam APBD 2026 untuk sementara ditahan dan dialihkan bagi kebutuhan mendesak rumah sakit.
“Anggaran yang ada Rp98 miliar itu untuk sementara kita minta hold dulu kepada pemerintah supaya memprioritaskan rumah sakit yang rusak dan butuh peralatan,” katanya.
Selain itu, Komisi IV juga meminta agar seluruh perizinan rencana pengembangan rumah sakit diselesaikan terlebih dahulu sebelum pembangunan fisik dilakukan.
“Selesaikan dulu semua perizinan, nanti tahun depan atau kapan baru diadakan pengembangan lahannya,” jelasnya.
Baba mengungkapkan, kondisi layanan di RS Korpri saat ini masih jauh dari ideal. Dari rencana 50 tempat tidur, baru tersedia 13 tempat tidur yang aktif digunakan.
“Kalau kita maksimalkan sarana dan prasarananya tentu SDM (sumber daya manusia) nya juga perlu kita tingkatkan,” ucapnya.
Ia menegaskan, pengalihan anggaran tersebut masih berupa usulan dan belum bersifat final karena akan dibahas kembali dalam rapat lanjutan bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).
Menurut Baba, pihak manajemen rumah sakit sangat berharap anggaran tersebut dapat dimanfaatkan untuk peningkatan fasilitas dan peralatan medis.
“Kalau kita pakai itu Rp98 miliar, tidak menutup kemungkinan nanti ada fasilitas peralatan yang bisa ditingkatkan, karena di sana masih banyak peralatan yang kurang,” pungkasnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





