Ujarku.co – Kegiatan Temu Bisnis Sumur Migas yang digelar kalangan insan pers Kalimantan Timur dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2026 berlangsung di Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda (10/2/2026). Forum ini menghadirkan narasumber dari Kementerian ESDM, SKK Migas Pusat, serta Pertamina dan diikuti para jurnalis serta pelaku usaha.
Charles Siahaan, Ketua Panitia Temu Bisnis Sumur Migas, mengatakan kegiatan tersebut dipilih sebagai bagian dari perayaan HPN di daerah yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tiap tahun para wartawan lokal ingin selalu ada perayaan hari pers di daerah, bukan cuma di pusat. Dan, kedua, acaranya harus yang bisa memberi manfaat kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain diskusi sektor energi, forum ini juga dihadiri pelaku koperasi, BUMDes, dan kelompok usaha desa. Momentum tersebut dimanfaatkan PT Pegadaian untuk mendorong literasi keuangan melalui edukasi investasi emas jangka panjang bertajuk Aman No Cemas dengan Emas.
Erlin Oktavia Siburian, Executive Marketing Manager Pegadaian Area Samarinda, menjelaskan emas menjadi instrumen investasi yang dinilai aman dan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi.
“Investasi emas adalah solusi aman untuk jangka panjang. Dengan emas, masyarakat bisa berinvestasi tanpa rasa cemas karena nilainya relatif stabil dan cenderung naik,” ujarnya.

Dalam edukasi tersebut, Pegadaian memperkenalkan layanan Cicil Emas dan Tabungan Emas yang memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi dengan nominal ringan. Produk emas yang ditawarkan memiliki kadar 24 karat, bersertifikat SNI dan LBMA, serta dapat dicetak dalam bentuk fisik maupun ditransaksikan kembali sesuai kebutuhan nasabah.
Pegadaian juga memperkuat layanan digital melalui aplikasi Tring! yang memungkinkan masyarakat mengakses seluruh layanan secara daring, mulai dari registrasi hingga transaksi Tabungan Emas.
Rinaldi Lubis, Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah IV Balikpapan, menilai keikutsertaan Pegadaian dalam forum ini sebagai bagian dari komitmen peningkatan literasi keuangan.
“Kami melihat forum ini sebagai momentum yang sangat tepat untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang,” katanya.
Ia berharap edukasi investasi emas dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
“Harapannya, kehadiran Pegadaian dalam kegiatan seperti ini tidak hanya memperluas pemahaman masyarakat terhadap investasi emas, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi,” pungkasnya.(*)
Penulis: Devi Mogot





