Sisa Anggaran Gratispol Berpotensi Dialihkan untuk Bangun Sekolah Baru di Kaltim

Rudy Mas’ud, Gubernur Kaltim

Ujarku.co – Rudy Mas’ud, Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) membuka kemungkinan realokasi anggaran Program Gratispol apabila dalam pelaksanaannya terdapat dana yang tidak terserap secara maksimal. Opsi pengalihan tersebut diarahkan untuk memperkuat pembangunan infrastruktur pendidikan di sejumlah daerah.

Menurutnya, prioritas penggunaan anggaran tambahan nantinya akan difokuskan pada pembangunan unit sekolah baru, khususnya di wilayah yang masih kekurangan ruang belajar seperti Balikpapan dan Berau.

Ia menjelaskan, Pemprov Kaltim sejatinya telah mengalokasikan dana cukup besar untuk menyukseskan Program Gratispol. Namun setelah dilakukan perhitungan ulang dan penyesuaian berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, bukan tidak mungkin terdapat sisa anggaran.

Dana yang tidak terpakai, kata dia, tidak akan dibiarkan mengendap tanpa pemanfaatan. Pemerintah berkomitmen mengalihkannya ke sektor yang dinilai mendesak, termasuk pembangunan sarana dan prasarana pendidikan.

“Kalau memang setelah dihitung masih ada kelebihan, tentu akan kita gunakan untuk pembangunan, termasuk gedung sekolah,” ujarnya.

Rudy Mas’ud mengungkapkan, kebutuhan ruang kelas di Kaltim saat ini masih tergolong tinggi. Di Kota Balikpapan misalnya, angka kekurangan ruang belajar disebut mendekati 48 persen dari total kebutuhan.

Persoalan tersebut dinilai perlu segera direspons agar tidak berdampak pada kualitas proses belajar mengajar di sekolah-sekolah yang ada.

Selain Balikpapan, Kabupaten Berau juga menjadi perhatian pemerintah provinsi. Pada tahun ini, Pemprov Kaltim menargetkan pembangunan tiga hingga empat gedung sekolah baru yang akan disesuaikan dengan tingkat kebutuhan masing-masing daerah.

“Balikpapan itu kekurangan ruang belajar cukup besar, hampir setengah dari kebutuhan. Berau juga kita prioritaskan,” jelasnya.

Rudy Mas’ud menegaskan pemenuhan infrastruktur pendidikan tidak berhenti pada tahun berjalan saja. Program pembangunan sekolah akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya karena kebutuhan yang masih cukup besar di berbagai wilayah.

“Tahun ini kita mulai, nanti 2027 kita lanjutkan lagi. Karena memang masih banyak sekali kekurangan gedung sekolah,” tutupnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar