Kasus Campak Rentan Naik Saat Lebaran, Dinkes Kaltim Ingatkan Imunisasi Anak dan Etika Bertemu Bayi

Ilustrasi

Ujarku.co – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi penularan campak menjelang Idulfitri, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Jaya Mualimin, Kepala Dinkes Kaltim, menjelaskan kasus campak umumnya meningkat pada anak yang tidak menerima vaksinasi. Kondisi ini membuat mereka lebih rentan terinfeksi dan berisiko mengalami gejala yang lebih berat.

Menurutnya, langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak adalah memastikan anak mendapatkan imunisasi dasar lengkap sejak usia balita hingga imunisasi lanjutan saat memasuki usia sekolah.

“Untuk anak balita dan anak sekolah harus diberikan vaksin melalui imunisasi dasar lengkap serta imunisasi anak sekolah. Vaksin campak sendiri merupakan vaksin rutin yang wajib diberikan agar anak memiliki kekebalan terhadap penyakit tersebut,” ujar Jaya Mualimin.

Ia menjelaskan, anak yang belum divaksin memiliki kemungkinan lebih besar tertular campak. Ketika terinfeksi, kondisi yang dialami bisa jauh lebih serius dibandingkan anak yang sudah memiliki perlindungan melalui vaksin.

“Peningkatan kasus campak sering terjadi pada anak yang tidak mendapatkan vaksin. Jika mereka tertular, gejalanya bisa sangat berat. Namun pada anak yang sudah divaksin, biasanya gejalanya lebih ringan,” jelasnya.

Selain memastikan imunisasi anak telah lengkap, masyarakat juga diminta lebih waspada selama momen silaturahmi Lebaran. Aktivitas berkumpul dengan keluarga berpotensi meningkatkan penularan penyakit, terutama kepada bayi dan balita yang memiliki daya tahan tubuh lebih rentan.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat silaturahmi Lebaran agar bayi tetap aman dari risiko penularan penyakit.

Untuk Orang Tua yang Membawa Bayi
Pastikan bayi dalam kondisi sehat sebelum diajak bersilaturahmi
Batasi orang yang menggendong bayi, tidak perlu semua orang bergantian menggendong
Hindari bayi terlalu sering berpindah tangan dari satu orang ke orang lain
Jangan ragu menolak dengan sopan jika ada yang ingin mencium bayi
Bersihkan tangan bayi secara berkala atau gunakan hand sanitizer khusus bayi
Jika bayi masih sangat kecil, sebaiknya tetap berada di dekat orang tua dan tidak terlalu lama berada di keramaian.

Untuk Orang Dewasa yang Bertemu Bayi
Jangan langsung menggendong bayi tanpa izin orang tua
Hindari mencium bayi, terutama di wajah, tangan, atau bibir
Pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum menyentuh bayi
Jangan mendekat atau menggendong bayi jika sedang batuk, flu, atau kurang sehat.
Ingat bahwa daya tahan tubuh bayi masih lemah sehingga mudah tertular penyakit.

Dinkes Kaltim juga mengajak para orang tua memanfaatkan layanan imunisasi di fasilitas kesehatan agar perlindungan anak terhadap penyakit menular, termasuk campak, dapat terjaga dengan optimal.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar