Pisang hingga Kakao Kutim Siap Mendunia, DPPKUKM Kaltim Optimalkan Fasilitas Export Center

Heni Purwaningsih, Kepala DPPKUM Kaltim

Ujarku.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) mulai serius melirik pasar internasional sebagai pelabuhan utama bagi komoditas pertanian unggulan dari Kutai Timur. Produk seperti pisang, nanas, hingga kakao diproyeksikan menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi daerah guna mengurangi ketergantungan pada sektor pertambangan yang selama ini mendominasi.

Heni Purwaningsih, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi-UKM (DPPKUKM) Kaltim, menyatakan pintu perdagangan dunia bagi produk-produk Kutai Timur sebenarnya sudah terbuka lebar. Ia menegaskan bahwa jangkauan pasar ekspor saat ini tidak lagi terbatas, mulai dari kawasan ASEAN, Asia secara luas, Eropa, hingga merambah ke benua Afrika.

“Pasar ekspor itu sangat terbuka. Mau ke ASEAN, Asia, Eropa, bahkan Afrika juga tidak ada masalah sama sekali,” ungkap Heni Purwaningsih.

Bagi Heni Purwaningsih, tantangan terbesar saat ini bukan lagi mencari pembeli di luar negeri, melainkan memoles kesiapan produk lokal. Kualitas dan pemenuhan kriteria teknis yang diminta oleh para pembeli mancanegara menjadi kunci utama agar produk Kaltim bisa bersaing secara global.

Guna menjembatani kebutuhan tersebut, Pemprov Kaltim telah mengoperasikan fasilitas Export Center. Lembaga ini memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan teknis kepada para pengusaha, mulai dari pemetaan peluang pasar hingga urusan pemenuhan standar kualifikasi ekspor yang rumit.

“Export Center ini akan mendampingi para pelaku usaha, mulai dari melihat potensi pasar sampai bagaimana cara memenuhi standar ekspor yang diminta,” jelas Heni.

Lebih lanjut, Heni Purwaningsih, mengungkapkan Kaltim merupakan satu dari hanya empat provinsi di Indonesia yang memiliki fasilitas Export Center. Keunggulan fasilitas ini diharapkan menjadi pemacu bagi para petani dan pelaku usaha kakao, nanas, serta pisang di Kutai Timur untuk segera naik kelas ke pasar dunia.

Meski demikian, Heni Purwaningsih, memberikan catatan penting mengenai konsistensi produksi. Menurutnya, keberadaan produk saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan kualitas yang stabil dan volume produksi yang berkelanjutan sesuai permintaan pasar internasional.

“Bukan hanya sekadar ada produknya, tetapi kualitasnya wajib selaras dengan standar internasional. Jika semua prasyarat ini bisa kita penuhi, saya sangat optimis komoditas asal Kutai Timur mampu berbicara banyak di kancah global,” tutupnya.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar