Pastikan Tak Ada Celah Titip Absen, Andi Harun Beberkan Ketatnya Sistem WFA di Samarinda

Andi Harun, Wali Kota Samarinda

Ujarku.co – Menanggapi maraknya isu kecurangan oknum ASN saat bekerja dari rumah di sejumlah daerah, Andi Harun, Andi Harun, Wali Kota Samarinda menjamin praktik serupa mustahil terjadi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Hal ini dikarenakan sistem Work From Anywhere (WFA) di Kota Tepian telah dibentengi dengan teknologi pengawasan berlapis dan transparansi publik.

Andi Harun memaparkan sejak awal kebijakan ini digulirkan, pihaknya telah menyiapkan infrastruktur digital yang sangat ketat untuk memantau produktivitas pegawai secara real-time.

“Kecil kemungkinan itu bisa terjadi di Samarinda. Kita sudah buatkan dashboard monitoring supaya pengawasan tidak hanya dilakukan oleh pemerintah, tapi juga masyarakat. Selain itu, absensi kita menggunakan face recognition dengan validasi dua hingga tiga kali,” ujar Andi Harun.

Sistem yang dibangun oleh Diskominfo Samarinda ini dirancang untuk mendeteksi segala bentuk manipulasi. Andi Harun menegaskan penggunaan aplikasi rekayasa lokasi atau “tanam” GPS akan terdeteksi dalam hitungan detik oleh sistem penginderaan jauh yang mereka miliki.

“Risikonya sangat besar karena kita bisa langsung tahu jika ada rekayasa terhadap positioning GPS. Sistem kita dibangun dengan pendekatan transparansi dan integritas. Jadi, pegawai benar-benar terpantau secara live di mana posisi mereka saat jam kerja berlangsung,” tambahnya.

Meski bekerja dari luar kantor, para ASN tetap diwajibkan mengenakan seragam dinas sesuai aturan hari kerja dan wajib menyetorkan laporan harian melalui sistem aplikasi. Keandalan sistem ini bahkan telah menarik perhatian berbagai pemerintah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur (Kaltim) untuk datang belajar ke Samarinda dalam membangun pengawasan digital.

Menurut Andi Harun, efektivitas WFA bukan hanya soal kepatuhan terhadap instruksi pemerintah pusat, melainkan juga menumbuhkan kesadaran digital. Melalui sistem ini, pemerintah dapat mengukur secara akurat penghematan energi, emisi, hingga efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

“Kita tidak hanya sekadar patuh pada mandat Presiden, tapi juga menumbuhkan kesadaran akan manfaatnya. Di Samarinda, tugas harian pegawai tidak ada yang berkurang meskipun bekerja di rumah. Dengan sistem yang akuntabel ini, insyaallah kejadian seperti di daerah lain tidak mudah terjadi di sini,” pungkas Andi Harun.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar