Ujarku.co – Andi Harun, Wali Kota Samarinda, memberikan tanggapan mengenai keberadaan Sekolah Rimba di Jalan Lapandewa, Batu Besaung. Gerakan pendidikan alternatif yang digerakkan oleh relawan Yayasan Kaindea Study Center sejak Juni 2025 ini menyediakan ruang belajar membaca dan berhitung di gazebo sederhana bagi anak-anak usia dini. Menanggapi fenomena tersebut, ia mengingatkan pentingnya koordinasi formal agar model pembelajaran ini selaras dengan regulasi pusat.
Andi Harun memandang positif keberadaan sekolah berbasis alam sebagai salah satu inovasi pembelajaran. Menurutnya, konsep ruang terbuka tersebut sudah lazim diterapkan di berbagai daerah di Indonesia bahkan di kancah internasional.
“Karena sekolah alam itu juga salah satu model sekolah yang dikembangkan di banyak negara dan di tempat-tempat lain di Indonesia sudah sering dilaksanakan. Tinggal bagaimana sekolah-sekolah alam itu seperti Sekolah Rimba mengikuti sistem pendidikan yang diberlakukan oleh Kementerian Pendidikan Nasional,” ujar Andi Harun, Senin (18/5/2026).
Penekanan pada aspek legalitas dan kurikulum nasional ini dinilai krusial agar keberadaan wadah mandiri tersebut tidak menimbulkan dampak administratif yang merugikan masa depan para siswa di kemudian hari. Maka dari itu, ia meminta para inisiator pelaksana aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah kota demi menjamin hak penuh anak-anak sebagai peserta didik formal.
“Soal bagaimana pelaksanaannya agar tidak berdampak yang tidak kita harapkan, kita berharap semua inisiator pelaksana sekolah-sekolah alam itu bisa berkoordinasi secara optimal dengan pemerintah dan menempatkan siswa itu sebagai subjek dari sistem pendidikan nasional kita. Saya kira itu yang perlu dijaga,” pungkas Andi Harun.(*)
Penulis: Devi Mogot





