Pertamax Tembus Rp16 Ribu Picu Demo, Pemkot Samarinda Awasi Ketat Potensi Lonjakan Harga Komoditas

Marnabas Pattiroy, Asisten II Sekkot Samarinda

Ujarku.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus memantau dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi terhadap inflasi daerah. Hingga saat ini, kenaikan harga sejumlah komoditas dinilai masih dalam batas wajar dan belum memberikan dampak signifikan terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Marnabas Patiroy, Asisten II Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda, mengatakan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) telah diinstruksikan untuk terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok pasca kenaikan BBM.

“Tentu kami sebagai pemerintah daerah mempersiapkan dampaknya. Pasti ada potensi kenaikan harga barang, tetapi sampai saat ini perkembangan inflasi masih normal dan masih bisa dikendalikan,” kata Marnabas Patiroy pada Jumat 19 Juni 2026.

Pernyataan itu disampaikan menyusul aksi demonstrasi yang digelar Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat Kaltim di kawasan Simpang Jembatan Mahakam, Samarinda, pada Kamis 18 Juni 2026. Salah satu tuntutan massa aksi adalah meminta pemerintah menurunkan harga BBM.

Menurut Marnabas Patiroy, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga saat ini antara lain bawang merah, bawang putih, dan ikan layang. Namun kenaikan tersebut masih tergolong fluktuasi yang biasa terjadi di pasar.

“Yang mengalami kenaikan saat ini baru beberapa komoditas. Kami masih terus memantau perkembangannya,” ujarnya.

Berdasarkan data pada aplikasi MyPertamina, harga BBM nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan di Kalimantan Timur. Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.600 per liter kini menjadi Rp16.650 per liter atau naik Rp4.050 per liter per 10 Juni 2026. Kenaikan ini menjadi salah satu penyesuaian harga BBM nonsubsidi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Selain Pertamax, harga Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan. Secara nasional, BBM jenis tersebut naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Sementara di Kalimantan Timur, harga Pertamax Turbo kini mencapai Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.

Meski demikian, pemerintah masih mempertahankan harga BBM subsidi. Pertalite dan solar subsidi hingga kini belum mengalami penyesuaian harga.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar