Ujarku.co – Ketiadaan komitmen kehadiran dari jajaran petinggi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim akhirnya berdampak pada agenda kedewanan. Rapat paripurna penting yang sudah molor lebih dari dua jam terpaksa dihentikan sementara karena para tamu undangan dari berbagai daerah memilih pamit pulang akibat jenuh menunggu.
Hasanuddin Masud, Ketua DPRD Kaltim, menjelaskan agenda Rapat Paripurna ke-15 tersebut sedianya dijadwalkan mulai tepat pukul 10.00 WITA. Namun, hingga melewati pukul 12.00 WITA, tidak ada satu pun perwakilan dari pihak eksekutif yang menampakkan diri untuk menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap nota keuangan daerah.
Kondisi tersebut membuat perwakilan undangan dari luar kota, seperti dari Balikpapan dan beberapa daerah lain yang sudah datang sejak pagi, merasa telantar dan akhirnya memutuskan untuk meninggalkan gedung parlemen sebelum sidang dimulai.
“Tadi jam 12.00 undangannya, para undangan minta pamit dulu karena mereka kan datang jauh-jauh tuh, ada yang dari Balikpapan dan beberapa daerah perwakilan yang sudah datang. Kita tunggu kehadiran pemerintah provinsi, karena merekalah yang harus memberikan tanggapan dan jawaban,” kata Hasanuddin Mas’ud, Senin (22/6/2026).
Lebih lanjut, ia membeberkan sekretariat dewan sudah berupaya melakukan kontak telepon ke pihak pemprov untuk meminta kepastian. Dari komunikasi tersebut, didapati alasan bahwa jajaran pimpinan eksekutif tengah tertahan di sebuah rapat internal yang diklaim tidak bisa ditinggalkan.
“Kita telepon belum ada jawaban. Masih ada rapat yang belum bisa ditinggalkan. Saya nggak tahu rapatnya apa, sehingga pimpinan dan anggota dewan tadi mengambil kesimpulan untuk meng-hold dulu. Kita jadwalkan nanti malam kayaknya,” ujarnya.
Hasanuddin Mas’ud menambahkan, pergeseran jadwal ke malam hari terpaksa diambil lantaran agenda esok hari sudah terkunci rapat untuk agenda kerja kedewanan yang lain. Berdasarkan jadwal resmi yang disusun Badan Musyawarah (Banmus), esok hari seluruh legislator sudah terikat dengan agenda rapat komisi dan badan-badan kelengkapan dewan.
“Mudah-mudahan pemerintah provinsi sudah bisa ada waktulah untuk menghadiri Rapat Paripurna ke-15,” pungkas Hasanuddin Masud.(*)
Penulis: Devi Mogot





