Ujarku.co – Iswandi, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda mendorong Perusahaan Daerah (Perusda) Varian Niaga untuk memaksimalkan perannya sebagai penyerap (offtaker) komoditas bahan pokok. Langkah taktis ini dinilai mendesak guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar tradisional dari ancaman lonjakan inflasi daerah.
Menurut Iswandi, sebagai badan usaha milik daerah yang bergerak di sektor logistik dan pangan, Perusda Varian Niaga harus berada di garda terdepan dalam memutus rantai pasok yang terlalu panjang. Melalui skema Kerja Sama Antar Daerah (KAD), perusahaan berpelat merah ini diminta lebih agresif mengamankan pasokan komoditas penting langsung dari daerah penghasil.
“Perusda Varian Niaga harus mampu mengoptimalkan fungsi utamanya sebagai penstabil harga. Ketika terjadi kelangkaan atau potensi kenaikan harga pada komoditas pemicu inflasi seperti beras, cabai, maupun bawang, perusda harus hadir melakukan intervensi pasar secara cepat,” ujar Iswandi, Senin (13/7/2026).
Iswandi menambahkan, peran sebagai offtaker tidak hanya menguntungkan konsumen di tingkat perkotaan, melainkan juga menjaga gairah para petani lokal karena hasil panen mereka mendapatkan kepastian serapan pasar dengan harga yang layak. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan ruang gerak para spekulan yang sering kali memainkan harga di tingkat distributor.
Pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal jalannya program ketahanan pangan ini agar berorientasi pada hajat hidup orang banyak. Komisi II DPRD Samarinda menegaskan keberhasilan penekanan angka inflasi di lapangan akan menjadi tolok ukur utama dalam menilai performa dan komitmen jajaran direksi perusda dalam mengelola mandat daerah.
“Urusan pangan ini bersentuhan langsung dengan isi perut masyarakat, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah. Oleh sebab itu, kami meminta pasokan barang kebutuhan pokok di Kota Samarinda betul-betul aman dan harganya tetap rasional agar daya beli warga kita tidak tercekik oleh lonjakan harga yang liar,” pungkas Iswandi.(ADV)





