Ujarku.co – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, tingkat kemiskinan di Samarinda pada 2022, menunjukan penurunan jumlah.
Per 2021 angka kemiskinan di Kota Tepian sebesar 42.840 jiwa atau 4,9 persen.
Sedangkan data 2022, angka kemiskinan di Samarinda turun menjadi 41.950 jiwa atau 4,85 persen.
Untuk itu, Andi Harun, Wali Kota Samarinda, menekankan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar berupaya lebih maksimal menurunkan angka kemiskinan.
“OPD harus berkontribusi dalam menurunkan angka kemiskinan. Ini sudah menjadi agenda nasional dan instruksi Presiden, jadi kita wajib bergerak menuntaskan kemiskinan ekstrem dan stunting di Samarinda,” kata Andi Harun, Selasa (25/7/2023).
“Tahun ini pemerintah daerah telah melakukan verival data kemiskinan ekstrim sebanyak 9.039 jiwa, yang mana yang tepat sasaran berjumlah 6.973 jiwa,” lanjutnya.

Andi Harun berharap TKPK bisa melakukan koordinasi perumusan kebijakan, perencanaan, dan pemantauan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan.
Ia juga menginginkan adanya kolaborasi program penanggulangan kemiskinan, sehingga ada sinergitas dan singkronisasi kebijakan pusat dan daerah.
“Catatan saya tidak boleh lagi menambah catatan tim yang sudah terbentuk, dan tim ini kalau perlu sering menggelar rapat tiap minggu agar kerjanya terukur dalam penurunan angka kemiskinan,” tegasnya. (*)
Editor: Er Riyadi





