Ujarku.co – Untuk mengoptimalkan penataan wajah kota, dan memaksimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Samarinda, Pemkot Samarinda berencana untuk membangun lahan khusus parkir kendaraan bermotor.
Menyikapi rencana tersebut, Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Shania Rizky Amalia angkat bicara.
Ia berpendapat, pembangunan kawasan parkir harus dibarengi dengan pembangunan jalur pedestrian yang memadai.
“Jadi keduanya harus terintegrasi. Karena dari lokasi parkir, menuju ke tempat yang dituju akan berjalan kaki. Jalur untuk pedestrian harus dipersiapkan,” jelasnya.
Meski begitu, ia meminta Pemkot Samarinda untuk mendiskusikan rencana tersebut dan melakukan pengkajian secara matang.
Shania mengingatkan, jangan sampai dari sebuah kebijakan, justru lahir masalah baru karena dalam proses perencanannya tidak dilakukan kajian yang mendalam.
“Kalau mau menambah trotoar, pasti ada badan jalan yang berkurang. Apakah kira-kira memebrikan dampak pada arus lalu lintas atau tidak? Nah itu harus dpikirkan,” sambungnya.
Politisi Partai Demokrat ini mengamini bahwa jalan kaki memang belum menjadi budaya bagi sebagian besar masyarakat Samarinda.
Karena itu perlu dilakukan sosialisasi, dan pemberian pemahaman agar masyarakat Samarinda bisa bersama-sama bersedia untuk diajak menuju perubahan yang lebih baik. (adv/DPRDSamarinda)





