Ujarku.co – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur (Kaltim) memastikan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha 1447 Hijriah dalam kondisi yang sangat aman. DPKH Kaltim mengambil langkah proaktif dengan menyiapkan stok hewan kurban yang melampaui proyeksi kebutuhan masyarakat guna menghindari terjadinya kelangkaan saat hari raya tiba.
Fadly Sufiani, Plt Kepala DPKH Kaltim, menjelaskan tren pemotongan hewan kurban di wilayah Benua Etam terus menunjukkan grafik peningkatan yang signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data lapangan, jumlah pemotongan pada 2024 yang berkisar di angka 11 ribu ekor melonjak tajam menjadi sekitar 17 ribu ekor pada tahun 2025.
“Kami memilih untuk menyiapkan stok lebih banyak daripada kebutuhan agar saat permintaan masyarakat meningkat, hewan kurban sudah tersedia di lapangan. Total stok yang tersedia saat ini mencapai 28.688 ekor, sementara estimasi kebutuhan masyarakat diperkirakan di angka 18.525 ekor,” ujar Fadly Sufiani, Rabu (13/5/2026).
Meskipun stok melimpah, ia mengakui Kaltim masih memiliki ketergantungan besar pada pasokan dari luar daerah yang mencapai sekitar 70 persen. Saat ini, peternak lokal baru mampu memenuhi sekitar 17 persen atau sekitar 4.000 ekor dari total kebutuhan.
Untuk menekan ketergantungan tersebut, pemerintah terus memperkuat program Pengembangan Desa Koperasi Ternak (PDKT) yang memadukan skema penggemukan dan pembiakan sapi secara berkelompok.
Selain sapi, DPKH Kaltim juga memastikan surplus pada stok kambing yang mencapai 9.422 ekor serta domba sebanyak 1.284 ekor. Khusus untuk domba, Fadly Sufiani mencatat adanya kenaikan minat masyarakat yang cukup tinggi pada tahun ini, baik untuk keperluan peternakan maupun ibadah kurban.
Mengenai harga di pasaran, sapi kurban saat ini dibanderol dengan kisaran Rp70 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram berat hidup, atau secara total berkisar antara Rp17 juta hingga Rp120 juta tergantung ukuran hewan. Masyarakat diimbau untuk lebih teliti dalam memilih dan tidak hanya berpatokan pada harga murah semata.
“Kami mengingatkan masyarakat agar memastikan hewan kurban yang dibeli dalam kondisi sehat dan tidak cacat. DPKH bersama jajaran di kabupaten dan kota akan terus melakukan pemantauan ketat terhadap distribusi dan kesehatan hewan di lapangan hingga hari pelaksanaan kurban,” pungkas Fadly Sufiani.(*)
Penulis: Devi Mogot





