Banner Ujarku

Arus Mudik Lebaran, KSOP Samarinda Sebut Jumlah Penumpang Kapal Naik 20 Persen

Capt M Ridha, Kabid KBPP KSOP Kota Samarinda.

Ujarku.co – Jumlah pemudik pada Hari Raya Idulfitri 1445 Hijriah diprediksi akan bertambah 20 persen di banding tahun sebelumnya.

Angka tersebut menunjukan jumlah yang tinggi, namun tetap perlu antisipasi arus penumpang baik yang berangkat maupun datang.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli (KBPP), Capt M Ridha saat ditemui awak media di Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kota Samarinda, Rabu (3/4/2024).

“Arus mudik lebaran di tahun 2024 ini masih ringan, memang ada kenaikan sekitar 20 persen, tetapi hitungannya masih sangat normal,” ujar M Ridha.

Antrean Penumpang Keberangkatan di Pelabuhan Kelas I Jalan Yos Sudarso.

Ia menjelaskan, angkutan lebaran yang biasanya berjumlah 700 penumpang, hanya mengalami kenaikan 1400-an penumpang dengan kapasitas penumpang kapal 1700-an. Harga yang dibanderol untuk satu tiket sekitar Rp500 ribu-an, dengan tujuan Samarinda ke Parepare dan waktu tempuh kurang lebih 18 jam.

Ditambahnya, penyelenggaraan persiapan angkutan lebaran ini berupa mengecek kesiapan baik ketersediaan armada, fasilitas pelabuhan, pelayanan, penangan antisipasi cuaca laut dan keselamatan penumpang selama arus mudik lebaran 2024.

“Program kesiapan keamanan jelang mudik lebaran kita membuka posko terbadu yang terletak di pelabuhan kelas 1 Samarinda dengan melibatkan instansi dari TNI Polri, Basarnas, operator kapal, Pelindo, Jasa Marga dan Pemda untuk pengamanan dan pengawasan keselamatan pelayanan dan itu sudah dibentuk menjadi satu tim,” jelasnya.

Keberangkatan salah satu Kapal (Queen Soya) menuju Parepare arus mudik lebaran 2024 di Pelabuhan Kelas I Jalan Yos Sudarso Samarinda.

M Ridha turut menjelaskan, lonjakan angkutan lebaran di Samarinda normal dibanding tahun kemarin dikarenakan terjadinya penguraian penumpang 2 kapal ke pelabuhan di Bontang dengan tujuan yang sama, yaitu Parepare. Kemudian faktor lainnya adanya program mudik gratis yang disiapkan oleh pemerintah, dan kebijakan tersebut berlaku hanya di Pelni Balikpapan.

“Jadi penumpang luar daerah Samarinda, seperti dari Berau atau Sangata bisa diurai ke Bontang. Ada juga program mudik gratis, jadi penumpang yang iseng-iseng mendaftar dan dapat kesempatan jadi terurai ke Balikpapan sehingga betul betul bisa mengurai penumpukan yang ada di samarinda. Makanya saya pantau langsung tenyata normal normal aja, karena tujuannya sama, yaitu ke Parepare juga,” tutur M Ridha.

Ia berharap, teruntuk petugas wilayah kerja KSOP Samarinda beserta instansi yang terkait agar tetap bersemangat dan menjalankan tugas abdi negara untuk melayani masyarakat, terkhusunya terkait arus mudik lebaran. Mengingat memudahkan evaluasi kerja yang lebih baik kedepannya.

“Untuk itu, kami mohon kerjasama kepada semua pihak terkait guna kelancaran dan keamanan angkutan lebaran tahun 2024. Dan kepada masyarakat selalu diperhatikan barang bawaannya dan kesehatan bersama,” tutupnya. (*)

Penulis: Devi Mogot

Editor: Tirta

Tag Berita

Bagikan

Komentar