Ujarku.co – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan bahwa pembangunan karakter generasi muda adalah prioritas utama pemerintah daerah melalui program “Kukar Idaman Terbaik”. Pembukaan kegiatan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CIA) di kawasan Panji Indah Permai, Kompleks Pondok Pesantren Baitul Izza, menjadi momentum untuk mewujudkan komitmen tersebut.
Aulia menyatakan bahwa dukungan pemerintah tak hanya sebatas kebijakan formal, tetapi juga hadir secara nyata untuk pembinaan karakter dan kemandirian pemuda-pemudi Kukar, termasuk di lingkungan pondok pesantren. “Jangan ragukan komitmen kami untuk membangun generasi Kukar,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam rangka memperkuat karakter, pemerintah menyiapkan jalur pendidikan formal, pelatihan kerja teknis, dan program kewirausahaan berbasis pemuda. Bagi yang ingin menjadi operator alat berat, tukang las, atau montir profesional, disiapkan kursus dan pelatihan sesuai skill. Sementara bagi perempuan muda, pelatihan tata boga dan keterampilan lain akan diberikan secara khusus.
Lebih jauh, Aulia mengingatkan bahwa kondisi ekonomi Kukar yang selama ini bergantung pada sektor ekstraktif menuntut transformasi ke ekonomi non-ekstraktif melalui penguatan SDM. Oleh karena itu, generasi muda harus mampu bersaing, terampil, dan mandiri di masa depan.
Kegiatan Permata CIA diikuti oleh puluhan santriwan dan santriwati yang baru menamatkan SMA dan bergiat di pondok pesantren. Dalam kesempatan ini, Aulia memberi instruksi langsung kepada Kabag Kesra untuk koordinasi dengan panitia, termasuk perbaikan infrastruktur lokasi perkemahan seperti jalan, lampu, dan sambungan air bersih.
Dengan berbagai langkah nyata dan strategi penguatan, Pemkab Kukar optimistis bahwa generasi muda akan menjadi – bukan hanya penerima pembangunan – tetapi aktor aktif perubahan. Aulia menekankan bahwa karakter yang kuat dan keterampilan yang memadai adalah kunci agar daerah ini bergerak maju, masyarakat sejahtera, dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui strategi pembangunan karakter pemuda ini, Kukar berharap menghasilkan generasi masa depan yang tangguh, adaptif, dan produktif — sekaligus menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dimulai dari kekuatan sumber daya manusia. adv





