Pandangan Redaksi
Ridwan Kamil, minggir dulu, kami punya Isran Noor dan Hadi Mulyadi.
Pak Kamil, mungkin sosok romantis sekaligus bucin ke Sang Istri, Atalia Prartya. Tapi Gubernur dan Wakil Gubernur kami sama jagonya. Tak kalah kok romantisnya.
Ujarku.co//
Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, memang kerap memamerkana kemesraan dengan Sang Istri di media sosial. Kemesraan itu menjadikan Pak Kamil, sebagai kepala daerah paling romantis se-Nusantara.
Berbeda halnya kalau ngomongin Isran Noor, Gubernur Kaltim.
Kesan pertama pasti yang menyeruak soal “Kelakarnya” yang menggelegar. Kata-kata sakti seperti “Kenapa Memang”, “Bagus Aja Itu”, atau “Belanda Sudah Lari”, jadi ciri khas Mantan Bupati Kutim itu.
Tapi, percayalah Pak Isran, orang yang romantis kok.
Pak Isran memang “Si Paling Bercanda”, tapi bukankah itu penanda orang yang suka menebar bahagia dan cinta.
Lihat saja saat agenda pelantikan Hamdam, menjadi Bupati Penajam Paser Utara. Dengan wajah yang teduh, keluarlah kata-kata sakti Sang Gubernur; Api tetap membara, dan bisa dipadamkan. Kecuali Api Jatuh Cinta.
Lihat, romantis kan.
Kata-kata yang bakal jadi ide penyair menulis puisi.
Kalau boleh mengintip tokoh wayang, Pak Isran itu mirip sekali dengan “Werkudara”.
Werkudara itu terkuat dari Pandawa. Meski yang terkuat, ia juga yang periang, suka bercanda. Apalai urusan cinta, Werkundara sejago Arjuna.
Lihat saja, betapa halus Werkudara, menyampaikan cinta kepada Dewi Arimbi, dengan tembang Asmarandana-nya. Kalau urusan perang, Werkudara tidak berbasa basi, yang penting sat set, musuh dibanting bak adonan “Wadai Cincin”, brakkkk.
Lain Pak Isran, lain lagi Pak Hadi Mulyadi, Wakil Gubernur Kaltim.
Pak Hadi mungkin tak segarang Isran, Hadi lebih kepada pragmatis. Nyaris tidak bisa melakukan akrobatik panggung. Untuk ukuran Wakil Gubernur, Pak Hadi termasuk semungkem.
Tapi kalau urusan menulis puisi cinta, Pak Hadi lihat berakorabtik kata.
Kalau Isran mirip Werkudara, Hadi itu Kresna.
Penyair papan atas asal Mathura. Baca saja puisi-puisi cinta masterpiece-nya di Serat Bagavad Gita.
Aduhai, siapa yang tak jatuh cinta.
Tidak percaya?
Silahkan baca puisi paling romantisnya Hadi Mulyadi; “Wanita itu kita cintai bukan karena cantik, tapi perempuan cantik karena kita cintai”
Jangankan Rukmini, Drupadi pun pasti akan jatuh cinta.
Hadi Mulyadi memanglah seorang penyair kawakan, dari tangannya lahir buku berjudul; Cermin.
Isran dan Hadi mengajari kita, merugilah orang yang sedang jatuh cinta tapi tak satupun puisi tercipta. (*)
Penulis; str/Ujarku.co


