Borneo FC Lolos ke Asia, Pemkot Samarinda Desak Pemprov Kaltim Patungan Renovasi Stadion Segiri

Andi Harun, Wali Kota Samarinda

Ujarku.co – Kesuksesan Borneo FC Samarinda mengunci tiket kompetisi Asia setelah keluar sebagai runner-up BRI Super League 2025/2026 menyisakan pekerjaan rumah besar di sektor infrastruktur. Jika standar minimal yang ditetapkan konfederasi sepak bola Asia atau AFC tidak segera terpenuhi, klub berjuluk Pesut Etam tersebut terancam kembali kesulitan menggunakan Stadion Segiri sebagai kandang internasional mereka.

Merespons tantangan tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memberikan sinyal perbaikan stadion tidak bisa hanya bertumpu pada kas daerah kota. Di tengah hantaman masa efisiensi anggaran, sinergi dan uluran tangan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dinilai menjadi satu-satunya kunci agar proses renovasi berjalan cepat.

“Kami berharap pemerintah provinsi juga bisa ikut serta. Karena Borneo FC itu kan tidak hanya menjadi kebanggaan Samarinda, tapi kebanggaan Kalimantan Timur. Saya berpikir jika kita bersinergi antara kota dan provinsi dalam melengkapi seluruh fasilitas di GOR Segiri, itu akan jauh lebih cepat selesai,” ujar Andi Harun saat ditemui di Asrama Tunggal Panaluan Presisi Polresta Samarinda, Senin (18/5/2026).

Andi Harun mengakui kondisi kemampuan keuangan daerah saat ini sangat terbatas akibat kebijakan efisiensi. Meski demikian, pihaknya menegaskan tidak tinggal diam dan terus berupaya melakukan pemeliharaan semaksimal mungkin pada kompleks olahraga di pusat kota tersebut.

Berdasarkan hasil pemetaan, Stadion Segiri masih membutuhkan sentuhan renovasi besar-besaran agar lolos verifikasi ketat AFC. Beberapa aspek krusial yang wajib ditingkatkan di antaranya adalah standar kapasitas penerangan lampu lapangan, kualitas rumput utama, hingga pembenahan fasilitas penunjang seperti toilet dan ruang ganti pemain.

“Itu semua memang memerlukan rehabilitasi atau renovasi perbaikan, dan kami tentu akan berkontribusi terhadap penyediaan sarana fasilitas itu. Hanya saja, semua kembali pada kemampuan anggaran kita sekarang yang posisinya terbatas. Kalau kondisi kita tidak dalam efisiensi seperti ini, mungkin pemerintah kota sendiri sudah cukup kuat dan mampu melaksanakan itu sendiri,” jelas Andi Harun.

Mengingat waktu persiapan kompetisi internasional yang terus berjalan, kolaborasi lintas pemerintahan ini menjadi sangat krusial. Andi Harun memastikan Pemkot Samarinda akan tetap mengucurkan dana sesuai porsi kemampuan fiskal yang ada, namun tetap berharap pemprov melihat isu ini sebagai kepentingan bersama demi marwah olahraga Benua Etam di kancah Asia.

“Seberapapun yang kita bisa lakukan, kita akan lakukan sesuai kemampuan yang dimiliki. Tapi sekali lagi, kalau provinsi ikut turut membantu, maka pemenuhan standar AFC di Stadion Segiri ini akan jauh lebih cepat terealisasi,” pungkas Andi Harun.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar