Ujarku.co – Pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara diharapkan dapat memperhatikan banyak aspek kehidupan. Salah satunya mengenai pelestarian satwa liar yang ada di hutan Kalimantan Timur (Kaltim).
Merespon hal tersebut, Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menegaskan bahwa pembangunan di kawasan IKN Nusantara akan terus memperhatikan aspek lingkungan. Khususnya terkait ketakutan punahnya satwa-satwa liar.
OIKN kini tengah fokus terhadap rencana pembangunan koridor satwa di Jalan Tol Pulau Balang (Segmen Tol 3B dan 5A) sebagai bentuk jaminan usaha konservasi alam dan pelestarian satwa.
Untuk diketahui, Jalan Tol Pulau Balang berada di selatan IKN dan melintasi empat koridor satwa sekitar area Sungai Wain. Nantinya jalan tol ini akan menjadi jalur penghubung antara IKN, Balikpapan, serta Pusat Industri Kariangau.
Sehubungan dengan rencana tersebut, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LHSDA) OIKN, Myrna Asnawati Safitri mengundang berbagai instansi seperti Kementerian PUPR, Kementerian LHK, BRIN, WWF, ADB, dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur untuk berkoordinasi serta mendapatkan masukan terkait rencana koridor satwa yang telah dirancang oleh Kementerian PUPR.
Deputi Myrna menekankan bahwa dalam rangka mewujudkan Kota Hutan di IKN, OIKN berkomitmen untuk membuat kebijakan yang melindungi satwa yang ada di IKN.
“Untuk mewujudkan usaha pelestarian satwa liar tersebut diperlukan rencana atau desain koridor satwa yang baik dan sesuai dengan perilaku satwa liar yang ada,” ujarnya dikutip dari rilis resmi OIKN usai Rapat Pembahasan Lanjutan Rencana atau Desain Koridor Satwa di The Orient Hotel, Jakarta beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR Purnyoto menerangkan, perlu adanya masukan atau kerja sama dari para ahli dalam pembuatan koridor satwa yang diharapkan dapat menjadi jalur bagi satwa liar.
“Berbagai pihak yang hadir pada rapat ini telah menyampaikan masukan yang bermakna bagi pengembangan desain koridor satwa di Jalan Tol Pulau Balang Segmen 3B dan 5A,” ungkapnya.
“Ungkapan minat dalam membantu menyukseskan usaha pelestarian koridor satwa juga disampaikan oleh para ahli yang hadir dalam rapat ini,” pungkasnya. (*)
Penulis : ATW/Ujarku.co





