Ujarku.co – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda menggelar rapat hearing bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Samarinda untuk membahas stunting di Gedung DPRD, Senin (14/5/2024).
Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Samarinda Damayanti menerangkan angka stunting di Samarinda mengalami penurunan. Dimana dari 25,3 persen menjadi 24,5 persen, atau mengalami penurunan 0,9 persen.
“Memang bukan angka yang besar, tapi kita harus apresiasi kepada pemerintah kota Samarinda. Mengingat tahun sebelumnya angka stunting kita (Samarinda) se-Kaltim di urutan 2 tertinggi,” ujar Damayanti.
Menjadi urutan 2 tertinggi angka stunting se-Kaltim, menjadikan Pemerintah Kota Samarinda bekerja keras untuk melakukan penanggulangan sehingga penurunan angka stunting menjadi peringkat 6 se-Kaltim.
“Artinya kita tetap memberikan apresiasi, sambil mempersiapkan apa yang menjadi target bisa tercapai di tahun 2024,” tuturnya.
Damayanti berharap, dengan telah dilaksanakannya rapat hearing tersebut mampu menguatkan komitmen semua pihak dalam menanggulangi permasalahan stunting bersama-sama serta merealisasikan sejumlah program yang telah dirancang sebelumnya.
Lebih lanjut, ia juga mengajak masyarakat untuk ikut bekerja sama dan memahami dengan baik mengenai dampak dari perkembangan stunting jika terus meningkat bagi generasi berikutnya.
“Saya sangat berharap kepada masyarakat Samarinda penting untuk membawa anak-anak kita ke posyandu. Kemudian perbaikan gizi kepada anak-anak dan ibu hamil. Yang terakhir, bagi pengantin yang pernikahan dini, bahwasanya menikah itu tidak hanya sekedar sesaat tetapi ini jangka panjang tentunya perlu dipikirkan matang-matang,” tegasnya.
Diketahui dari DPPKB Samarinda, bahwa pada tahun 2024 Samarinda menargetkan penurunan angka stunting menjadi 14 persen dalam jangka waktu yang tersisa kurang lebih 7 bulan.(*)
Penulis: Devi Mogot





