Ujarku.co – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) asal Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berhasil mencuri perhatian pengunjung selama pameran dan bazar pada ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an ke-45 Provinsi Kalimantan Timur (MTQ ke-45) di Alun-Alun Bukit Pelangi, Kutai Timur. Sejumlah produk unggulan seperti kerajinan manik-manik, batik ulap doyo, songkok khas Kutai, hingga makanan ringan tradisional menjadi daya tarik utama stan Kukar.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama gelaran MTQ. Produk-produk hasil tangan pelaku UMKM Kukar ramai diminati karena dinilai memiliki nilai estetika dan ciri khas budaya lokal yang kuat. Keramaian semakin meningkat saat sejumlah tokoh daerah berkunjung ke stan, yang turut mendorong peningkatan transaksi secara signifikan.
Selain sebagai ajang promosi, keikutsertaan UMKM Kukar di MTQ ini menjadi momentum penting untuk memperluas jaringan pemasaran. Produk seperti ulap doyo dan manik-manik tidak hanya dipandang sebagai hasil kerajinan, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya Kutai yang sarat nilai historis.
Para pelaku UMKM juga memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkenalkan produk baru seperti celengan mini berbentuk Ka’bah dan anjat ulap doyo. Inovasi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung dari luar daerah yang tertarik pada keunikan kerajinan lokal.
Keberhasilan stan Kukar dalam menarik minat pengunjung menjadi bukti bahwa produk lokal daerah memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikembangkan dengan manajemen pemasaran yang baik. Dukungan pemerintah daerah pun diharapkan terus berlanjut agar pelaku usaha kecil mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produknya.
Selain menonjolkan aspek ekonomi, kegiatan ini juga dinilai memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap produk buatan sendiri. Semangat gotong royong antar pelaku usaha dan pendampingan dari dinas terkait menjadi kunci sukses keikutsertaan Kukar di ajang tingkat provinsi tersebut.
Melalui partisipasi aktif dalam MTQ ke-45, UMKM Kukar diharapkan tidak hanya memperkenalkan karya unggulannya, tetapi juga membuka peluang baru dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang berkelanjutan. adv





