“Daun Tak Tau Kenapa Ia Gugur, Sedangkan Temaram Tetap Menyiratkan Gulita” Petikan Puisi Karya Rakhmad Syarif

Rakhmad Syarif, salah seorang penulis muda Kaltim.

Sudut Pandang Redaksi

Tulisan sejatinya seperti senjata perang dengan amunisi yang tidak terbatas.

Satu tembakan saja bisa menghidupkan logika dan perasaan yang telah lama mati oleh kenyataan.

Setelahnya kita wajib tersenyum dengan serba serbi penyadaraan yang terkuak.

Akkkkhhh sok serius banget tim redaksi Ujarku.co hehehe

Meskipun masih jauh dari perayaan valentine yang bertabur kalimat romantis, kami ingin mengajak refleksi pikiran dengan menikmati puisi yang ditulis oleh pemuda beristri satu dan beranak anak satu, Rakhmad Syarif namanya.

Ujarku.co -Rakhmad Syarif, pemuda kelahiran Kabupaten Berau pada 17 Agustus 1989 silam dikenal sebagai pemuda yang berambisi besar mewujudkan cita-cita dan cintanya.

Bahkan mimpinya hampir tidak masuk akal, menjadi dokter. Kata dia kepada tim redaksi Ujarku.co, tapi kalah dengan nasib yang membawa ia ke dunia seni.

Saat duduk di sekolah dasar, Rakhmad Syarif mulai mengenal dunia seni dan sastra. Ia pun berupaya belajar seni dan sastra di berbagai komunitas. Diantaranya, Teater Tetes, Teater Bumi, Teater AKBS dan UKM teater Yupa di tingkat universitas.

Siapa yang bisa membaca nasib ternyata sekeras apapun ia berusaha menjadi seorang sastrawan akhirnya nasib mempertemukan dia untuk menjadi seorang pendidik (Guru). Berawal menjadi Guru dari salah satu sekolah swasta Samarinda, sampai akhirnya menjadi Guru di SMP Negeri 4 Samarinda.

Menjadi Guru sekaligus mencintai dunia sastra menjadikan ia untuk selalu membuat bahan pembelajaran menjadi lebih menarik. Tepat pada akhir tahun 2016 ia melanjutkan studinya ke jenjang magister, semata-mata untuk menambah kompetensi dalam Profesinya,

Keren ya Pak Syarif biasa ia dipanggil para siswa siswi di sekolah tempat ia mengajar.

Tapi yang lebih keren, kita panggil saja Pak Syarif ternyata sangat mahir memikat wanita dengan puisi-puisinya. Jangan-jangan istrinya sekarang salah seorang wanita yang larut dengan puisi Pak Syarif hehehhe.

Sebagai penulis puisi, Pak Syarif mengawali list puisinya dengan kalimat romantis. Ada tiga puisi yang ia ingin sajikan untuk para penikmat kata-kata di Ujarku.co.

Cerita tentang malam yang masih menyembunyikan misterinya, entah rindu yang disematkan melalui diksi dua sejoli sama-sama menatap gemintang, tanpa ia tau apakah angin akan membisikkan rindu pada gendang telinga, begitulah harapan dua sejoli itu, sambil tersenyum tipis.

Karya : Rakhmad Syarif

TEMARAM

Daun tak tahu kenapa ia gugur, sedangkan temaram tetap menyiratkan gulita.

Sang bayu membelenggu sukma, desir pantai tak menemukan tuannya.

Di sudut kamar kosong, masih tentang cerita lorong, baju peluh masih menggantung, ember masih kosong, suara air tetap berirama, tetesannya tak bergurat, daun masih tak mengerti kenapa ia gugur.

MIMPI

Wajahmu gusar, tapi masih merona tanpa tersenyum.

Matamu tajam, ku tau kau lelah, tanganmu tak tersentuh, kata rindu tak menembus nirwana.

Ini masih hangat, daun jendela menjadi saksi, ada etalase kaca yang mulai retak, mawar tetap tumbuh padahal mentari masih malu menampakan sinarnya.

Melati menguning, jiwa bergetar, napas mulai berat, mimpi masih melangit, tak lupa untuk apa kita ada, kita lahir untuk harapan, ekpektasi masih menjadi bunga mimpi.

Bangun jiwa terbuai, bangkit dari pulau kapuk.

PETANG

Retak, runtuh, rubuh, mencari jati diri, ilalang menyematkan luka, goresannya tak beraturan, membelah lembah kosong, antar tebing.

Seperti ada puisi disitu !

Tanah kecoklatan, ada bangkai ular kecil, meninggalkan tulang belulang, kepalanya sudah hilang, elang masih mendongakkan kepala, kenapa bangau bisa terbang, angin tak bersahabat, menghempas ego pada tebing

Seperti ada puisi disitu !

Ini bukan balada, hanya sore, lebih nikmat, bersembunyi dalam diksi menuju magrib, kamar mandi sudah basah kembali, saatnya kita memulai sujud. (*)

Penulis : Redaksi/Ujarku.co

Tag Berita

Bagikan

Komentar