Ujarku.co – Dalam debat kedua Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) 2024 dengan tema Tata Kelola Pemerintahan dan Pemberdayaan Masyarakat, pasangan calon (paslon) nomor urut 01 memaparkan visi dan misinya yang menekankan pentingnya kedaulatan Kaltim dalam berbagai sektor.
“Visi kami adalah Kaltim Berdaulat untuk Semua. Artinya, pemerintah provinsi harus mandiri dalam mengoptimalkan sumber daya alam dan sumber daya manusia dengan tata kelola pemerintahan yang efektif,” papar Hadi Mulyadi, Minggu (3/11/2024).
Hadi menjabarkan lima misi utama yang akan diusung, diantaranya adalah:
1. Berdaulat untuk mencapai transformasi sosial melalui pembangunan sumberdaya manusia yang unggul dan sejahtera;
2. Berdaulat untuk mencapai transformasi ekonomi yang inklusif, berdaya saing dan berkelanjutan;
3. Berdaulat untuk mewujudkan transformasi tatakelola melalui penguatan kelembagaan pemerintahan yang efektif, kolaboratif dan berintegritas;
4. Berdaulat untuk mewujudkan infrastruktur yang berkualitas, merata dan berkeadilan;
5. Berdaulat untuk memperkuat ketahanan ekologi dan mewujudkan pembangunan kemaritiman yang maju dan profesional.
“Kami berdaulat untuk memastikan semua elemen masyarakat merasakan manfaat dari pembangunan ini,” tegas Hadi.
Dalam capaian tata kelola pemerintahan, Hadi membanggakan prestasi indeks reformasi birokrasi Kaltim yang mencapai angka 73,87 persen pada 2023 dengan predikat sangat baik. Ia juga menyoroti peningkatan indeks pelayanan publik yang naik dari 3,5 persen pada 2020 menjadi 4,0 persen di 2023.
“Ini bukti bahwa kami bekerja serius dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Hadi.
Selain itu, Hadi menyampaikan keberhasilan dalam menjaga akuntabilitas keuangan daerah. Kaltim selama 11 tahun berturut-turut meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, sebuah pencapaian yang sangat penting bagi transparansi keuangan pemerintah.
“Sejak 2019 hingga 2023 dikepemimpinan Isran – Hadi, indeks akuntabilitas kinerja pemerintah terus meningkat dan berada di kategori sangat baik,” tambahnya.
Di sektor pemberdayaan masyarakat, Hadi menyoroti peningkatan indeks Desa Membangun yang mencapai angka 0,73 pada 2023. Penguatan UMKM dan koperasi juga menjadi salah satu prioritas, dengan nilai ekspor Kaltim tahun 2023 mencapai Rp39 triliun.
“Ini adalah bukti nyata dari komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan ekonomi daerah,” tutup Hadi Mulyadi.(*)
Penulis: Devi Mogot





