Desa Loa Pari Sulap Lahan Bekas Tambang Jadi Destinasi Wisata Alam Camping Ground

Pemandangan danau biru alami di bekas lahan tambang Desa Loa Pari yang menjadi daya tarik utama wisata alam

Ujarku.co – Pemerintah Desa Loa Pari, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menginisiasi transformasi lahan pascatambang menjadi kawasan wisata alam berbasis camping ground. Langkah ini menjadi strategi pemberdayaan ekonomi warga dengan memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.

Kepala Desa Loa Pari, I Ketut Sudiyatmika, mengungkapkan bahwa lokasi yang dipilih untuk pengembangan wisata tersebut merupakan bekas area pertambangan seluas 33 hektare, yang kini telah membentuk danau alami berair biru jernih.

“Awalnya, kawasan ini sering dijadikan tempat berkemah oleh para pemuda desa. Dari aktivitas sederhana itu, kami melihat potensi wisata yang cukup besar jika dikembangkan secara serius dan terkonsep,” ungkap Ketut.

Dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya tidak produktif, Pemdes Loa Pari berupaya menghadirkan wajah baru pariwisata desa yang ramah lingkungan sekaligus memberdayakan masyarakat setempat. Lokasi yang berada tidak jauh dari pusat desa dinilai strategis untuk dijadikan destinasi eco-tourism yang menyatu dengan alam.

Ketut menambahkan, pengembangan kawasan ini tidak hanya berfokus pada penyediaan lahan untuk berkemah, tetapi juga akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti toilet umum, area parkir, warung UMKM, hingga spot foto alami menghadap ke danau biru.

“Kami ingin camping ground ini menjadi ikon wisata baru di Kukar. Tidak hanya bagi wisatawan lokal, tetapi juga mampu menarik minat dari luar daerah,” katanya.

Selain itu, pemerintah desa berencana menggandeng investor lokal dan instansi terkait guna mendukung pembangunan infrastruktur serta pengelolaan kawasan agar tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Konsep wisata ini juga mengusung prinsip pemberdayaan masyarakat. Warga sekitar akan dilibatkan langsung sebagai pengelola, pemandu wisata, hingga pelaku usaha kecil yang beroperasi di kawasan tersebut.

“Kami ingin agar dampak ekonomi dari wisata ini benar-benar kembali ke warga. Kalau dikelola bersama, manfaatnya bisa dirasakan secara merata,” tutup Ketut. (ADV/DISKOMINFOKUKAR)

Tag Berita

Bagikan

Komentar