Ujarku.co – Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospemmas) Samarinda terus melakukan upaya untuk merawat dan memberdayakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Salah satunya dengan melakukan bimbingan fisik, mental, spiritual dan sosial mereka.
Isfihani, Kepala Dinsospemmas Samarinda menjelaskan bimbingan yang baru saja mereka laksanakan, yang diikuti oleh 60 PMKS dari berbagai klaster. Diantaranya Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan mantan narapidana, bimbingan tersebut bentuk perhatian Dinsospemmas untuk mengembalikan harkat PMKS sebagai masyarakat.
“Selama ini kan mereka tidak diterima di masyarakat, bahkan di keluarga mereka sendiri tidak diterima, makanya kita ingin mengembalikan fungsi sosial mereka dengan memberikan bimbingan seperti mental dan spiritualnya,” ujar Isfi saat ditemui di MPP Samarinda, Kamis (25/7/2024).
Bagaimana tidak, sering kali muncul perspektif miring tentang seseorang dengan latar belakang pernah berperangai buruk dinilai sebagai pelaku kejahatan. Itulah yang membuat para PMKS sulit diterima di lingkungan sosialnya.
“Mereka juga masyarakat biasa sama seperti kita, mereka cuman ODHA dan mantan narapidana kok susah diterima? Koruptor aja nyantai-nyantai, ada yang jadi anggota dewan lagi,” sindirnya.
Menurut Isfi, penting merawat dan memberdayakan PMKS agar mencegah naik nya status masyarakat miskin dan terlantar di Samarinda. Kedepannya, ia berencana menggandeng Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Samarinda dalam bimbingan.
“Kita sudah undang departemen agama dan Baznas, nah kedepannya kami ingin bekerjasama dengan Disnaker agar bisa mencari keterampilan yang dilibatkan dalam pelatihan kerja, dan mereka (PMKS) dapat menyalurkan ke dunia usaha,” tutur Isfi.
Pihaknya terus berupaya untuk berperan menumbuhkan karakter dan keterampilan bagi para PMKS, agar mereka memiliki bekal percaya diri di tengah-tengah masyarakat dengan pribadi mereka yang baru.(*)
Penulis: Devi Mogot
Editor: Tirta Wahyuda






