Ujarku.co – Diresmikan Presiden Joko Widodo sejak 2019 lalu, KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, hingga saat ini baru bisa menggaet satu investor.
Hal inipun disoroti Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (DN KEK) yang diketuai oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.
Airlangga, memimpin sidang evaluasi kinerja KEK seluruh Indonesia, pada Rabu (11/1/2023) kemarin.
“KEK ini berjalan dengan capaian investasi sebesar Rp30,9 triliun atau 27 persen dari kumulatif investasi dan telah mampu membuka lapangan kerja baru sebesar 27.526 orang atau 49 persen dari kumulatif tenaga kerja,” kata Airlangga.
Airlangga menyoroti beberapa KEK yang tidak berjalan maksimal. Salah satunya KEK MBTK.
Menurutnya,KEK MBTK salah satu yang didorong segera berkembang.
“Harapannya KEK dapat meningkatkan realisasi investasi pada tahun 2023 sebesar Rp61,9 triliun dan dapat menciptakan lapangan kerja baru sebanyak 78.774 orang,” lanjutnya.

Isran Noor, Gubernur Kaltim, yang mengikuti sidang itupun curhat ke pemerintah pusat.
“Persoalan kelembagaan, kita akan memperkuat PT MBTK sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) menjadi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD),” ungkapnya.
KEK MBTK juga terkendala persoalan infrastruktur dan investasi.
Untuk persoalan investasi, faktor terbatasnya kemampuan BUPP (PT MBTK) sangat berpengaruh terhadap minat investor berinvestasi.
Hal ini bertambah rumit karena hampir semua insfrastuktur yang saat ini ada di dalam KEK MBTK belum secara resmi diserahkan kepada BUPP.
Selain itu belum ada pengoperasian air bersih dan belum rampungnya Rencana Induk Pelabuhan (RIP) Sangkulirang dan RIP KEK MBTK.
“Juga akan dilakukan penilaian aset sebagai dasar penyertaan modal Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Timur. Tahun 2023 ini semua harus klir” tegas Gubernur.
KEK MBTK berada di atas lahan seluas 557 hektare. Namun yang saat ini sudah dibebaskan sekitar 509 hektare.
Ke depan, KEK MBTK dipersiapkan bukan hanya untuk industri sawit, tapi juga perkayuan, energi dan industri lainnya.
Gubernur Isran optimis KEK MBTK akan menjadi pusat kawasan ekonomi baru di Kaltim, bahkan di kawasan timur Indonesia. (*)
Penulis; str/Ujarku.co


