Ujarku.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) memperkenalkan inovasi bernama GenCAR (Gerakan Pencegahan Perkawinan Anak) sebagai upaya strategis untuk menurunkan angka perkawinan anak di wilayahnya. Program ini dihadirkan karena data menunjukkan bahwa perkawinan usia dini masih menjadi masalah yang berdampak pada pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan keluarga di wilayah tersebut.
Sunggono menyampaikan bahwa melalui GenCAR, pihaknya akan melakukan penyuluhan, pendampingan dan kolaborasi lintas sektor mulai dari sekolah, masyarakat hingga aparat desa untuk menciptakan lingkungan yang mendukung penundaan usia perkawinan. “Ini kegiatan inovasi kepada warga desa dan kelurahan yang masyarakatnya tidak memiliki administrasi pernikahan, seperti buku nikah,” ujarnya.
Program ini juga melibatkan penyediaan layanan hukum dan administrasi untuk pasangan muda agar mereka memahami konsekuensi perkawinan di usia dini serta alternatif lain seperti pendidikan dan keterampilan vokasi. Upaya tersebut menunjukkan bahwa Pemkab Kukar tidak hanya mencegah perkawinan anak, tetapi juga membekali generasi muda agar memiliki pilihan masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan GenCAR digelar secara terfokus di desa dan kelurahan yang angka perkawinan anaknya masih tinggi. Hal ini dipilih agar intervensi bisa lebih tepat sasaran dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan pendekatan jemput bola, hambatan seperti jarak, biaya atau akses layanan dikurangi sehingga target penurunan lebih realistis.
Ke depan, Pemkab Kukar berharap GenCAR bukan hanya berhenti sebagai program sementara. Pihaknya ingin menjadikannya sebagai gerakan masyarakat yang berkelanjutan sehingga angka perkawinan anak bisa turun signifikan dan generasi muda Kukar tumbuh sebagai pribadi yang mandiri, sehat, dan produktif. adv


