Ujarku.co – DPRD Samarinda mengajak seluruh lapisan masyarakat dan insan pers untuk bersama-sama menjaga kondusivitas iklim informasi di daerah. Langkah ini dinilai penting guna meredam maraknya kegaduhan di ruang digital akibat penyebaran berita sepihak atau informasi bohong yang kerap memicu opini negatif publik.
Samri Shaputra, Ketua Komisi I DPRD Samarinda mengungkapkan keprihatinannya terhadap fenomena menjamurnya akun atau oknum yang mengklaim diri sebagai jurnalis, namun mengabaikan prinsip dasar penyiaran. Menurutnya, banyak unggahan yang sengaja digulirkan ke tengah masyarakat tanpa adanya proses konfirmasi atau perimbangan informasi dari pihak yang diberitakan.
“Banyak mengakui jurnalis tapi sudah enggak pakai etika-etika jurnalis kan gitu. Memberitakan satu pihak tanpa ada konfirmasi atau tidak berimbang dengan orang yang diberitakan. Kalau begini kan emang ini berita kan hasil wawancara kita. Siapa mau membantah kemudian? Orang saya bicara direkam kan gitu. Kalau ini kan katanya isu ini, comot di sana comot di sini gini,” kata Samri Shaputra.
Ia juga menyoroti adanya motif-motif tertentu di balik penyebaran konten negatif yang sengaja diviralkan di media sosial. Fenomena ini sering kali merugikan nama baik seseorang atau instansi karena masyarakat telanjur menelan mentah-mentah informasi tersebut sebelum fakta yang sebenarnya terungkap ke publik.
“Jadi begini, mari kita sama-sama menjaga kondusivitas di bumi Kalimantan ini ya, khususnya di Samarinda. Karena jujur yang membuat gaduh kita selama ini kan media sosial nih. Yang memasang kadang-kadang memberitakan berita hoax tanpa ada konfirmasi dari yang diberitakan tapi udah terlanjur melebar ke mana-mana. Jadi masyarakat sudah terlanjur tergiring opini akhirnya jadi gaduh,” ujar Samri Shaputra.
Melalui imbauan ini, Ia berharap adanya peningkatan kesadaran bersama dalam menyaring informasi, serta mendorong media massa untuk tetap berdiri teguh pada kode etik jurnalistik yang sehat demi menjaga stabilitas sosial di Samarinda.(ADV)


