Banner Ujarku

DPTPH Kaltim Penuhi Kebutuhan Pangan Masyarakat dengan Program Gerakan Pangan Murah

Amalia Dina Widyastuti, Kabid Ketersediaan dan Distribusi DPTPH Kaltim.

Ujarku.co – Amalia Dina Widyastuti, Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Distribusi Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Kalimantan Timur (Kaltim) menjelaskan Gerakan Pangan Murah (GPM) akan terus digelar secara rutin minimal sebulan sekali guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok.

Ia menyebut, pelaksanaan GPM merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah, termasuk dorongan dari Ketua TP PKK Kaltim sebelumnya yang menekankan pentingnya penyelenggaraan kegiatan ini secara berkala.

“Paling tidak sebulan sekali kita adakan Gerakan Pangan Murah,” ujarnya, Sabtu (15/6/2025).

Amalia menyampaikan, kegiatan ini didukung melalui pendanaan dari APBD dan APBN, serta turut difasilitasi oleh Bank Indonesia. Berbagai instansi dan dinas teknis lain juga dilibatkan dalam mendukung pelaksanaannya, termasuk Diskominfo dan sejumlah OPD lainnya.

Menurutnya, komoditas yang dijual dalam GPM wajib mencakup bahan pokok yang memengaruhi inflasi seperti beras, minyak goreng, cabai, dan bawang. Selain itu, produk pangan lainnya dari mitra binaan berbagai dinas teknis seperti peternakan, perikanan, dan perkebunan juga turut disediakan.

“Yang dijual wajib bahan pokok seperti beras, minyak goreng, cabai, bawang, serta komoditas lain yang mempengaruhi inflasi,” jelas Amalia.

Ia juga memastikan kegiatan ini bersifat berpindah-pindah untuk menjangkau lebih banyak masyarakat.

Lokasi pelaksanaan GPM, lanjut Amalia, telah mencakup berbagai titik strategis di Kota Samarinda. Beberapa di antaranya adalah halaman kantor Dinas Pangan, Taman Samarinda, Samarinda Utara, halaman TVRI, hingga Kantor Gubernur Kaltim.

Sosialisasi kegiatan ini dilakukan melalui berbagai saluran, termasuk media sosial resmi Dinas Pangan serta kolaborasi dengan Diskominfo. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat mengetahui jadwal dan lokasi GPM dengan lebih mudah dan cepat.

Terkait dengan ketersediaan beras SPHP dari Bulog, Amalia mengungkapkan saat ini distribusinya belum dilakukan karena masih menunggu penugasan resmi dari Badan Pangan Nasional. Namun demikian, ia memastikan stok pangan daerah tetap dalam kondisi aman.

“Bulog saat ini fokus menyerap gabah petani. Alhamdulillah penyerapan berjalan baik,” pungkas Amalia.

Ia berharap, melalui GPM, tekanan ekonomi masyarakat bisa ditekan sekaligus membantu menstabilkan harga bahan pangan pokok di pasar.(*)

Penulis: Devi Mogot

Tag Berita

Bagikan

Komentar