Ujarku.co – Organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Kutai Kartanegara (DWP Kukar) melaksanakan evaluasi menyeluruh atas capaian dan program kerja lima tahun terakhir dalam rangka Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang digelar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong. Kegiatan ini menjadi momen penting untuk introspeksi dan merumuskam arah strategis organisasi ke depan.
Penasehat DWP Kukar, Maslianawati Edi Damansyah, mengingatkan bahwa seluruh pengurus dari 20 kecamatan dan organisasi perangkat daerah (OPD) hadir lengkap untuk memanfaatkan waktu bersama guna mengevaluasi program-program yang telah dijalankan. “Gunakan momen hari ini semaksimal mungkin… waktunya untuk saling introspeksi,” ujarnya.
Ketua DWP Kukar, Yulaikah Sunggono, menambahkan bahwa perempuan—terutama istri ASN—memiliki posisi strategis sebagai pendukung pembangunan keluarga dan masyarakat. Melalui Musda ini, pihaknya berharap dapat memperkuat peran tersebut agar semakin nyata dan berdampak.
DWP Kukar menetapkan tema “Penguatan Fondasi Tranformasi Organisasi DWP Menuju Indonesia Emas 2045”, sebagai landasan bagi perubahan program kerja. Dalam kerangka ini, perempuan diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga sebagai pemimpin perubahan di lingkungan keluarga, organisasi, dan masyarakat.
Dalam evaluasi tersebut, beberapa isu utama yang menjadi sorotan adalah pemberdayaan ekonomi anggota DWP, penguatan ketahanan keluarga, dan peningkatan kualitas SDM istri ASN agar turut berkontribusi dalam pembangunan daerah. DWP berencana memperkuat pelatihan keterampilan, advokasi digital, dan jaringan UMKM bagi anggotanya.
Lebih lanjut, koordinasi lintas sektor menjadi salah satu strategi yang digarisbawahi. DWP Kukar akan bekerja sama dengan OPD terkait, dunia usaha dan komunitas lokal agar program-programnya terintegrasi dengan visi pembangunan daerah serta benar-benar menyentuh keluarga dan masyarakat.
Dengan komitmen baru dan peran yang semakin diperkuat, DWP Kukar optimistis bahwa organisasi ini mampu menjadi kekuatan kaum perempuan dalam mendukung pembangunan daerah. Istri-istri ASN diharapkan bukan hanya menjadi mitra, tetapi agen perubahan yang aktif dan produktif dalam mewujudkan keluarga sejahtera dan bangsa yang maju. adv





