Ujarku.co – Bupati Kabupaten Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila harus dipahami sebagai momentum reflektif, bukan hanya formalitas tahunan. Dalam upacara yang dipimpin di halaman Kantor Bupati Kukar Minggu pagi, ia menyerukan agar setiap langkah pembangunan dan kebijakan daerah selaras dengan nilai-nilai Pancasila.
Menurut Edi, Pancasila bukan sekadar dokumen atau warisan sejarah, melainkan merupakan “jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, dan bintang penuntun kita dalam membangun Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.” Ia mengajak seluruh unsur masyarakat—ASN, pelajar, tokoh masyarakat, hingga pemuda—untuk menjadikan nilai-nilai luhur tersebut sebagai dasar dalam setiap tindakan.
Bupati menyebut bahwa penguatan ideologi Pancasila sejalan dengan agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045, di mana penguatan demokrasi, hak asasi manusia, dan persatuan menjadi pilar utama. Ia menggarisbawahi bahwa keberagaman suku, agama, ras, kulit, dan budaya bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang harus dijaga melalui semangat gotong-royong.
Dalam sambutannya, Edi memaparkan bahwa tugas membumikan Pancasila bukan hanya tanggung jawab lembaga seperti BPIP, tetapi menjadi tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat. Implementasi melalui kurikulum pendidikan, pelatihan ASN, hingga kampanye nilai kebangsaan harus dilakukan secara simultan untuk menghindari Pancasila hanya menjadi teks normatif yang lupa dihidupi.
Ia menegaskan bahwa peringatan 1 Juni dan setiap hari setelahnya harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan generasi saat ini. “Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi roh dalam setiap denyut nadi pembangunan,” ujarnya.
Edi juga mengajak aparatur pemerintah daerah untuk menerjemahkan semangat Pancasila ke dalam kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial dan kemakmuran rakyat. Ia menekankan bahwa pembangunan fisik dan ekonomi harus diimbangi dengan penanaman nilai etika, toleransi, dan tanggung jawab kolektif agar pembangunan tidak berjalan tanpa hati.
Dengan tekad tersebut, Kabupaten Kutai Kartanegara di bawah kepemimpinan Edi Damansyah berkomitmen menjadikan Pancasila sebagai landasan setiap program dan pelayanan publik. Harapannya, nilai kebangsaan, persatuan, dan keadilan tidak hanya terdengar di upacara, tetapi benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari warga. adv


