Ujarku.co – Samarinda meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra kerja untuk meningkatkan produktivitas pemanfaatan anggaran. Pihak legislatif berharap realisasi program kerja yang dijalankan oleh instansi pemerintah tidak sekadar menghabiskan dana daerah, melainkan mampu memberikan timbal balik ekonomi yang konkret.
Berdasarkan hasil pemantauan pada awal semester kedua tahun anggaran ini, realisasi penggunaan anggaran pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Samarinda tercatat baru menyentuh angka sekitar 33 persen. Meskipun serapan tersebut dinilai masih dalam tahapan normal karena program berjalan hingga Desember, efisiensi dan output kegiatannya tetap menjadi catatan evaluasi.
Komisi I menyayangkan sejauh ini belum ada program kerja dari instansi pengelola komunikasi tersebut yang mampu memberikan kontribusi langsung bagi penambahan kas daerah. Evaluasi ini dinilai penting agar postur keuangan daerah ke depan bisa lebih sehat dan efisien.
“Realisasi ini baru sekitar 33 persen karena memang masih awal semester kedua. Namun, kami menekankan agar ke depannya instansi pemerintah bisa lebih kreatif dalam menyusun program yang mampu menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tanpa harus memberikan beban baru kepada masyarakat,” ujar Samri Shaputra, Senin (6/7/2026).
Pemberian modal kerja melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) idealnya harus diimbangi dengan rancangan target kemandirian fiskal. Komisi I DPRD Samarinda berharap pola penyerapan anggaran yang bersifat habis pakai tanpa output ekonomi dapat segera diminimalisasi di lingkungan Pemerintahan Kota (Pemkot) Samarinda.
Samri Shaputra menegaskan momentum pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat saat ini harus dijadikan pelajaran bagi seluruh jajaran birokrasi untuk mengubah mentalitas ketergantungan.
“Harapan kami Kota Samarinda ini bisa menuju ke arah daerah yang mandiri secara pendapatan dan tidak terus-menerus tergantung pada bantuan pusat. Kita harus belajar membuat program yang efektif dan menghasilkan timbal balik, bukan sekadar menghambur-hamburkan uang yang kemudian habis begitu saja tanpa mendapatkan apa-apa,” pungkas Samri Shaputra.(ADV)


